Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dapat restu bangun monorail, Adhi Karya incar laba Rp 570 M

Dapat restu bangun monorail, Adhi Karya incar laba Rp 570 M Peluncuran monorail di Madiun. ©2013 Merdeka.com/Idris

Merdeka.com - PT Adhi Karya menargetkan laba bersih sepanjang 2014 ini mencapai Rp 570,6 miliar. Angka ini tumbuh 40,5 persen jika dibandingkan perolehan laba tahun sebelumnya. Peningkatan laba ini akan dikejar dari bisnis properti dan bisnis monorail.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Aprindi mengatakan, pada awal April 2014, Adhi Karya telah memperoleh persetujuan para pemegang saham terkait agenda perubahan Anggaran Dasar untuk mendukung perusahaan dalam kegiatan penyelenggaraan sarana dan prasarana perkeretaapian termasuk monorail. Dengan perubahan Anggaran Dasar ini, maka Adhi Karya akan segera memulai membangun monorel Bekasi-Jakarta tersebut.

"Dengan adanya tambahan lini bisnis ini diharapkan mampu meraih target kinerja di tahun 2014. Serta kita akan memperoleh pendapatan berkelanjutan di kemudian hari," ucap Aprindi dalam keterangan tertulisnya yang diterima merdeka.com di Jakarta, Sabtu (3/5).

Perusahaan pelat merah tersebut berencana membangun monorail dengan rute Bekasi Timur - Cawang, Cibubur - Cawang, serta Cawang - Kuningan. Selain bisnis monorail, Adhi Karya juga menargetkan pertumbuhan laba dari lima lini bisnisnya. Menurut Aprindi, Adhi Karya tidak akan lagi bertumpu pada bisnis konstruksi.

Dari Rp 21,1 triliun kontrak baru, sebesar Rp 11,9 triliun atau 54 persen berasal dari jasa konstruksi. Sedangkan, lini bisnis EPC diharapkan memberi kontribusi Rp 2,7 triliun atau 12,2 persen. Kemudian properti dan realti masing masing Rp 1,3 triliun dan Rp 777,7 miliar atau 6,2 persen dan 3,5 persen dari total laba keseluruhan.

"Pendapatan usaha kita targetkan akan mencapai Rp 14,7 triliun sepanjang tahun ini," tegasnya.

Untuk memuluskan rencana proyek ini, Adhi Karya juga menyediakan capex sebesar Rp 879 miliar. Dana ini akan digunakan untuk mendukung bisnis hotel, investasi properti dan realti, investasi pada proyek infrastruktur dan transportasi.

"Sumber dana yang digunakan berasal dari obligasi tahap II, cadangan perusahaan dan pinjaman bank," tutupnya. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP