Dapat anggaran Rp 48,2 triliun, ini program prioritas Menteri Budi
Merdeka.com - Dalam Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (RAPBN) tahun 2018, Kementerian Perhubungan memperoleh anggaran sebesar Rp 48,2 triliun pada tahun 2018. Anggaran tersebut naik dari anggaran tahun sebelumnya yang mencapai Rp 36,7 triliun.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan di 2018, Kemenhub akan fokus menyelesaikan pembangunan beberapa infrastruktur perhubungan. Salah satunya adalah penyelesaian Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dan jalan segmen jalan nasional Maros-Pare-pare.
"2018 proyek yang besar katakan kita ngomong soal kereta api, LRT Jabodebek itu anggarannya dari kita. Lalu proyek Maros-Pare-pare dari kita," ujar Budi saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (22/8).
Selain LRT, Kemenhub juga akan mulai menggarap beberapa proyek baru infrastruktur di bidang perhubungan udara. Di 2018, Kemenhub akan memulai pembangunan beberapa bandara salah satunya Bandar udara Wirasaba di Purbalingga, Jawa Tengah.
"Kalau di udara ada Kertajati, ada Jember, ada Wirasaba. Kalau pelabuhan yang lain banyak juga kita bangun pelabuhan kecil di daerah," terangnya.
Menhub Budi memastikan masih akan melibatkan swasta dalam pembangunan beberapa infrastruktur di tahun 2018. Sebab, APBN yang ada tidak akan cukup mengcover semua proyek pembangunan infrastruktur yang direncanakan.
"Yang ingin saya katakan APBN itu tidak cukup banyak untuk mengcover pembangunan yang direncanakan. Karena inisiatif kita banyak seperti angkutan massal dalam kota, antar kota. Oleh karenanya, memang tidak ada pilihan kita ingin mengundang swasta untuk masuk dalam proyek infrastruktur. Jadi proyek yang katakan visible, kita akan dorong untuk dikelola oleh swasta," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya