Danau Toba hingga Raja Ampat bakal punya air bersih dari pemerintah
Merdeka.com - Pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga tahun 2020. Untuk itu, pemerintah akan fokus terhadap pembenahan di akses ke wisata dan infrastruktur wisata.
Menteri Pembangunan Umum Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di 10 destinasi wisata. Dalam hal ini, Kementerian PU-Pera akan fokus terhadap sanitasi-sanitasi di 10 wilayah tersebut.
"Pariwisata jadi prioritas di 10 destinasi termasuk Labuan Bajo di Flores, Danau Toba, Belitung, Borobudur, Bromo, Raja Ampat dan lainnya semua dikeroyok dengan pembangunan, terutama sanitasi dan air minum. Jadi seperti perintah presiden yang Labuan Bajo sudah saya sampaikan, mereka kurang air minum dan sanitasi. Sanitasi diminta yang bintang empat. Jadi supaya turis juga lebih senang tinggal di sana," ujar Basuki dalam diskusi di kantor Markplus, Jakarta, Sabtu (23/1).
Basuki menegaskan pembangunan sanitasi tersebut sudah akan dimulai tahun ini. Namun, dia enggan membeberkan dana anggaran pembangunan sanitasi tersebut.
"Tidak terlalu besar untuk sanitasi dan air minum. Program sudah ada. kalau di PU programnya liter per detik. jadi tempatnya bisa dimana-mana," kata Basuki.
Selain itu, kata Basuki, program ini sepenuhnya akan dijalankan pemerintah dan tidak akan diambil oleh pihak swasta. "Air bersihnya dari pemerintah, PDAM," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya