Dampak Vaksinasi Covid-19 ke Pemulihan Ekonomi Baru Terasa di Semester II-2022
Merdeka.com - Program vaksinasi nasional telah berjalan selama dua pekan. Staf ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Manajemen Krisis, Hengky Hotma Parlindungan Manurung mengatakan, vaksin Covid-19 telah disuntikkan sebanyak 1,7 juta hingga akhir bulan. Angka ini pun akan terus bertambah seiring berjalannya waktu nanti.
"Saya lihat 1,7 juta bulan ini dan itu akan bertambah," kata Hengky dalam talk show virtual BNPB Indonesia bertajuk: Strategi Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi, Jakarta, Jumat (29/1).
Hengky memperkirakan vaksinasi ini akan berjalan dengan target 1 juta vaksin tersuntik setiap harinya. Sehingga sampai akhir semester I-2020 vaksin telah disuntikkan kepada 60 -70 juta masyarakat di Indonesia.
"Asumsi kita sampai semester satu ini sampai 60-70 juta vaksin," kata dia.
Diharapkan sampai akhir tahun vaksinasi ini sudah bisa selesai dilakukan. Sehingga mulai tahun 2022, proses pemulihan khususnya di sektor pariwisata sudah bisa dimulai.
"Vaksin ini kunci kita siap pulih," kata dia.
Jumlah Kasus Terus Meningkat
Meski begitu Hengky tak mau menutup mata dari jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia yang telah tembus 1 juta. Fakta ini membawa dampak pemulihan ekonomi akan terjadi secara bertahap.
"Berarti pemulihan itu berlangsung bertahap," kata dia.
Dia meyakini proses pemulihan ekonomi bertahap ini dimulai sejak akhir tahun ini dan berlanjut di tahun 2022. "Kami percaya kita orang yang mampu melihat pemulihan tahun 2022, tapi sejak semester 2, pemulihannya bertahap," kata dia mengakhiri.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya