Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dampak AirAsia & ancaman Australia, angka wisman di 14 bandara turun

Dampak AirAsia & ancaman Australia, angka wisman di 14 bandara turun pemudik di bandara. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 membawa kesan mendalam bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Dampaknya cukup besar. Terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan di bandara yang jadi pintu masuk daerah wisata.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kunjungan wisatawan asing selama Januari-Februari 2015 sesungguhnya naik 2,67 persen dibandingkan periode yang sama pada 2014. Namun, sebagian besar pintu masuk mengalami penurunan jumlah kedatangan wisman.

"Diduga memang karena ada kejadian itu dan ada pembekuan 12 penerbangan di Indonesia. Itu ada pengaruhnya sehingga berpengaruh terhadap tiga pintu utama bandar udara," ujar dia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/4).

Tiga pintu tersebut antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Husein Sastranegara dan Bandara Juanda. Beruntung, pintu masuk utama bagi wisatawan yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak mengalami penurunan.

"Untuk Ngurah Rai, tak terlalu berpengaruh karena yang dibekukan tidak banyak. Batam juga masuknya sebagian besar lewat laut. Kualanamu masih meningkat tapi tipis," jelas dia.

Dari 19 pintu masuk utama, 14 pintu di antaranya tercatat mengalami penurunan kunjungan wisman. Tertinggi dialami Bandara Adi Sucipto (Solo) yang turun drastis 33,32 persen. Selain itu, Bandara Juanda juga mengalami penurunan 11,93 persen.

"Penyebab lainnya adalah Australia yang pernah mengumumkan travel warning terhadap Indonesia pada awal Januari 2015. Kebijakan tersebut ditempuh karena Australia menilai potensi ancaman teroris yang cukup tinggi di Indonesia. Australia pernah menyatakan travel warning ke Indonesia. Ini berpengaruh juga," pungkas dia. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP