Dalam 14 jam, transaksi belanja di Alibaba tembus Rp 135,9 triliun
Merdeka.com - Perlambatan ekonomi China nampaknya tidak berdampak pada masyarakat China. Buktinya, masyarakat China masih suka belanja dan menghabiskan uang yang nilainya tidak sedikit.
Dunia saat ini merayakan hari belanja gila-gilaan atau Single Day yang nilai transaksinya telah melebihi USD 10 miliar (Rp 135,9 triliun) hingga pukul dua siang atau 14 jam pertama perdagangan di situs belanja online Alibaba. Angka ini memecahkan rekor penjualan tahun lalu yang hanya USD 9,3 miliar.
Dilansir dari Financial Times, Single Day merupakan hari gila belanja yang jatuh tiap tanggal 11 November. Dalam 90 menit pertama, nilai perdagangan telah tercatat mencapai USD 5 miliar di situs milik Jack Ma ini.
Hari ini sangat penting bagi Alibaba yang telah go public atau IPO sejak September 2014 silam. Nilai saham Alibaba mencapai USD 25 miliar di penawaran umum perdana, tetapi sejak itu investor kecewa. Saham Alibaba selanjutnya turun 40 persen dari November 2014 sampai September 2015. Meski demikian, saham kembali naik sejak September 2015 ini.
Dalam sejarahnya, Single Day merupakan liburan santai yang dimulai awal 1990-an sebagai Hari Anti Valentine China. Tanggal 11 November dirayakan sebagai kesendirian, di mana orang orang memperlakukan diri mereka sendiri dengan baik. Pada 2009, Alibaba meluncurkan penjualan online Single Day sebagai festival konsumsi.
Diberitakan CNBC, pada 17 menit dan 29 detik awal perdagangan, Alibaba telah mencatat perdagangan dengan nilai USD 3,9 miliar atau sekitar Rp 52,9 triliun. Kemudian di 90 menit pertama, nilainya meroket menjadi USD 5 miliar.
Tahun ini, penjualan ponsel mendongkrak nilai transaksi. Ponsel menyumbang 73,9 persen atau sekitar USD 2,9 miliar di jam pertama perdagangan hari ini. Di periode yang sama tahun lalu, penjualan ponsel hanya mengambil porsi 45,7 persen. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya