Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dahlan tak tahu isu soal BRI-Bank Mandiri caplok BTN

Dahlan tak tahu isu soal BRI-Bank Mandiri caplok BTN Bank Mandiri. ©2012 Merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku tidak tahu menahu mengenai isu yang menyebutkan bahwa Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri berencana mengakuisisi BTN. Isu ini semakin berhembus kencang saat Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengaku telah menyiapkan dana sekitar Rp 10 triliun untuk mengembangkan bisnis non organik perseroan.

"Enggak dengar saya," ujar Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (11/2).

Bahkan, mantan Dirut PLN ini juga mengaku tidak mengetahui soal dana besar yang sudah disiapkan untuk akuisisi BTN. "Saya enggak tahu. Enggak ada rencana, belum,"jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bank Mandiri mengaku tengah mengincar beberapa lembaga keuangan baik bank maupun non bank. Rencana ini terkait rencana bank BUMN ini bersama BRI mengakuisisi salah satu bank pelat merah yang kuat mendanai properti, yakni BTN.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin tanpa membenarkan isu tersebut, mengakui telah menyiapkan dana sekitar Rp 10 triliun untuk mengembangkan bisnis non organik perseroan. Tentunya persiapan ini sudah masuk rencana bisnis bank (RBB) di tahun ini.

"Bank Mandiri punya kemampuan untuk bisa akuisisi lembaga keuangan atau perbankan yang market cap-nya puluhan triliun. Tapi akuisisi harus hati-hati jadi tidak mungkin semester satu ini," ujar saat acara 'Paparan Publik Bank Mandiri' di Kantor Pusat Mandiri, Jakarta, Senin (10/2).

Namun, pihaknya belum dapat menyebutkan secara detail lembaga keuangan apa yang akan diakuisisi. Perusahaan hingga saat ini tengah melakukan kajian terkait rencana akuisisi tersebut.

"Proposal sudah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini perlu proses karena soal legal, kepemilikan. Sudah dibicarakan ke OJK. Mereka mendukung konsolidasi perbankan," jelas dia.

Berani perusahaan dengan menyiapkan dana Rp 10 triliun tersebut lantaran saat ini modal perseroan mencapai Rp 87 triliun. Artinya angka ini sangat dimungkinkan untuk bisa merealisasi rencana perseroan terkait akuisisi.

"Kita sudah siap ambil lembaga keuangan yang size-nya puluhan triliun," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN Maryono menanggapi dingin kabar tersebut. Menurutnya, isu pencaplokan tersebut belum terbukti kebenarannya. Namun pihaknya tidak buru-buru menutup kemungkinan itu.

"Isu itu belum tentu benar dan belum tentu salah. Bukan fakta dan kenyataan. Kami tetap konsentrasi bagaimana meningkatkan performance lebih baik," ujarnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP