Dahlan Iskan: Saya Kurang Setuju BUMN Terlalu Dominan
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Periode 2011-2014, Dahlan Iskan mengaku kurang setuju apabila BUMN terlalu mendominasi dalam segala aspek ekonomi. Sebab menurutnya, jika BUMN terlalu mendominasi maka rakyat yang menjadi korban.
"Bahwa sebetulnya Presiden salah mengangkat saya menjadi menteri BUMN, karena pada dasarnya Saya kurang setuju BUMN itu terlalu dominan. Negara itu kan didirikan untuk menyejahterakan rakyat, bukan untuk berbisnis," ujarnya melalui Video Conference, Jakarta, Senin (18/5).
Dahlan melanjutkan, seharusnya rakyat yang diberi kesempatan untuk menjalankan bisnis sehingga negara tak perlu bersaing dengan rakyat mencari keuntungan. "Yang berbisnis kan seharusnya rakyatnya, bukan negara. Lha kok rakyatnya yang mau sejahtera lewat bisnis disaingi oleh negara, pasti rakyatnya kalah," jelasnya.
Kegelisahan tersebut sudah pernah disampaikan Dahlan saat dirinya diangkat menjadi Menteri BUMN pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun Presiden SBY mengatakan BUMN merupakan salah satu aset peninggalan Belanda yang harus diteruskan.
Misi Perbaiki BUMN
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDia pun akhirnya memiliki misi memperbaiki kinerja BUMN dan menjadikan BUMN melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, rakyat tetap bisa berperan dalam menjaga keberlangsungan BUMN.
"Saya punya misi pada akhirnya BUMN harus jadi perusahaan publik agar dimiliki rakyat. Tetapi tidak bisa begitu saja, harus diperbaiki dulu performance harus lebih baik. Semua harus lebih baik baru kemudian go publik," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya