Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam Konpers Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN).

Salah satu alasannya, Presiden menilai kajian untuk akuisisi BTN oleh Bank Mandiri belum dilakukan secara mendalam. Namun, Dahlan Iskan tidak terima jika harus ditunda hanya karena alasan kajian belum dalam. Dahlan membela diri. Dia mengaku, untuk mengkaji rencana akuisisi bank pelat merah itu, Dahlan telah melibatkan konsultan keuangan bertaraf internasional.

"Saya harus tahu aturan itu. Tapi saya harus menjelaskan bahwa tidak benar akuisisi ini belum melalui kajian yang mendalam. Seolah-olah saya ini menteri yang ngawur," jelas Dahlan usai rapat pimpinan jajaran kementerian BUMN di Garuda Maintenance Facilities (GMF), Cengkareng, Tangerang, Kamis (24/4).

Dahlan menyindir Presiden SBY dan Dipo Alam yang meminta agar menteri-menteri tidak mengambil kebijakan strategis setelah Pemilihan Legislatif 9 April dan menjelang Pemilihan Presiden 9 Juli.

Menurutnya, itu sama saja membuat menteri tidak bekerja dengan maksimal. "Jangan sampai dengan selesainya pemilu legislatif 9 April lalu seolah-olah pemerintah ini sudah demisioner sehingga menteri-menteri tidak bisa lagi bekerja maksimal,"ucapnya.

Dahlan juga khawatir dengan idenya dan rencana strategis lainnya, seperti jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya yang menurutnya penting bagi masyarakat. Namun, dia pasrah jika presiden tidak merestui eksekusi pembangunan jalan tol tersebut.

"Menurut pendapat saya pemerintah ini harus tetap efektif melakukan tugasnya sampai akhir masa tugasnya. Setidaknya sampai presiden baru terpilih dalam Pemilu," ungkapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP