Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dahlan curhat sempat ingin pecat jajaran direksi Merpati

Dahlan curhat sempat ingin pecat jajaran direksi Merpati Buku Electric Car Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Lambannya jajaran direksi mengajukan proposal rencana bisnis Merpati Nusantara Airlines (MNA) membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sempat berencana mengganti petinggi maskapai penerbangan itu.

Namun, niat tersebut batal setelah direksi PT. MNA menjalankan instruksi Dahlan membuat anak perusahaan yang di kerja sama operasionalkan dengan perusahaan swasta.

"Kemarin sempat kepikir (ganti direksi) pas kemarin lambat buat anak usahanya," ujar Dahlan usai Rapim di Kantor Perum Damri, Jakarta, Kamis (23/1).

Dahlan mengaku sempat melakukan tahapan fit and proper test atau uji kelayakan untuk calon direksi baru Merpati. Diakuinya, keinginan mengganti direksi karena lamban membuat anak perusahaan dan menjual dua unit usaha, yakni Merpati Maintenance Facility (MMF) dan Merpati Training Center (MTC).

"Katanya mau cepat-cepat bangkit, kemarin juga sudah sampai fit and proper test. Yang sudah diuji biarkan saja, sekarang tidak jadi. Tapi bagus kan, jadi lebih cepat," tegasnya.

Sebelumnya, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) akhirnya bisa membentuk anak usaha yang baru. Sebab, maskapai penerbangan perintis itu telah mendapatkan dua mitra kerja sama operasi (KSO), yakni, PT Amagedon dan PT Bentang Persada Gemilang.

Dahlan Iskan mengatakan, Merpati telah menandatangani dokumen KSO dengan dua perusahaan penerbangan tersebut kemarin malam. Adapun anak usaha bersama yang akan dibentuk bernama Merpati Aviation Service.

"Tadi malam merpati tanda tangan MoU KSO dengan dua perusahaan Indonesia yang akan kerja sama buat anak usha," ujar Dahlan.

Sejauh ini, merpati tengah menyusun rencana kerja anak usaha patungan tersebut. Namun, rencananya akan ada pembagian operasionalisasi, PT Bentang Persada Gemilang di Indonesia Timur dan PT Amagedon di Indonesia Barat.

"Harus tunggu proses. Intinya, direksi sekarang kita percaya penuh untuk terapkan ini. Roadmap masih baik," jelasnya.

Selain membentuk anak usaha baru, Merpati juga harus menyerahkan dua anak usaha kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Yakni, Merpati Maintenance Facility Indonesia (MMFI) dan Merpati Training Center (MTC). (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP