Daging sapi hilang di pasaran, KPPU investigasi kemungkinan kartel
Merdeka.com - Sejak akhir pekan lalu, pedagang daging sapi di sejumlah pasar melakukan aksi mogok berjualan. Penyebabnya, harga daging melonjak tajam tak terkendali akibat minimnya pasokan.
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengaku tengah melakukan investigasi potensi atau kemungkinan keterlibatan kartel dalam krisis daging sapi yang mengakibatkan kelangkaan pasokan dan kenaikan harga.
"Kami sedang menginvestigasi apakah ada persekongkolan para pelaku usaha untuk menahan pasokan sehingga harganya naik dan menguntungkan mereka," kata Syarkawi Rauf seperti dilansir Antara, Rabu (12/8).
Syarkawi menduga ada pihak-pihak yang bermain 'nakal' untuk mencari keuntungan pribadi dengan menahan pasokan daging hingga harganya tak terkendali. Menurutnya, dugaan kuat sudah mengarah pada kemungkinan terjadinya kartel.
"Dalam pemberitaan media disebutkan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel menyerukan supaya jangan ada penimbunan daging sapi. Bukti- bukti yang mengarah pada hal itu yang sedang kami investigasi," tuturnya.
Syarkawi mengingatkan, tindakan menimbun dan menahan pasokan sehingga mengakibatkan kelangkaan dan kenaikan harga merupakan pelanggaran persaingan usaha. Tentu saja pelakunya bisa dipidana. Dalam kasus ini dia menduga terjadi perilaku antipersaingan di kalangan pelaku usaha secara berkelompok yang menjurus kepada kartel.
"Kami menduga ada importir yang bermain dengan menahan pasokan daging sehingga menyebabkan kelangkaan. Kelangkaan pasokan akan memaksa pemerintah membuka keran impor dan menguntungkan mereka sebagai importir," katanya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya