Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curhat Sri Mulyani Soal Dilema Penciptaan Kebijakan Penanggulangan Dampak Corona

Curhat Sri Mulyani Soal Dilema Penciptaan Kebijakan Penanggulangan Dampak Corona Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan pandemi Covid-19 mengakibatkan tekanan ekonomi baik dari sisi makro maupun mikro ekonomi. Pemerintah bersama Bank Indonesia sejak awal bersepakat untuk saling bergandengan dan mengeluarkan kebijakan yang seirama.

"Kami dan Bank Indonesia itu bekerja sama agar tidak masuk dalam spiral krisis," kata Menteri Sri Mulyani dalam Webinar Solusi Perekonomian Penanganan Pandemi Covid-19 Menghadapi Tantangan Akuntabilitas, Fleksibilitas, Kecepatan dan Risiko Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jakarta, Sabtu (27/6).

Saat awal krisis terjadi, banyak pihak yang perlu dijaga kepercayaannya oleh pemerintah. Mulai dari masyarakat, buruh, pengusaha sampai investor.

Pandemi Covid-19 ini memiliki risiko ketidakpastian yang tinggi. Perubahan kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia memang bisa dilakukan setiap saat. Berbeda dengan kebijakan pemerintah yang untuk mengubahnya perlu mekanisme yang tidak singkat.

"Indonesia kita jagain sama-sama, moneter bikin apa, kita (pemerintah) bikin apa. Kalau moneter bisa bertemu dan memutuskan sampai tiap minggu, tapi kalau APBN sudah diketok penerapannya bisa setahun," ungkap Menteri Sri Mulyani.

Sehingga, berbagai perubahan yang terjadi di tengah jalan, bagi pemerintah merupakan tantangan yang luar biasa. Tak hanya skala ekonomi makro, pemerintah juga harus bertanggung jawab pada sektor rill hingga ke tiap rumah tangga.

"Makanya ada bansos untuk penerima PKH, kartu sembako, warga di Jabodetabek sampai desa itu karena kita lihat perlapisan," kata Menteri Sri Mulyani.

Contoh Kasus

curhat sri mulyani soal dilema penciptaan kebijakan penanggulangan dampak coronaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menteri Sri Mulyani meminta pengertian berbagai pihak untuk jika pemerintah terlihat berubah-ubah dalam mengeluarkan kebijakan. Sebab, yang terjadi saat pengambilan keputusan bisa berbeda dampaknya di masa depan.

Semisal saat menentukan kebijakan subsidi listrik PLN kepada sebagian pelanggannya. Saat pengambilan keputusan, pemerintah memprediksi pandemi berlangsung tidak lama. Sehingga subsidi yang diberikan hanya 3 bulan.

Namun dalam perjalanannya, pemerintah melihat dampak pandemi diperkirakan masih berlanjut sampai Juni. Melihat kondisi itu pemerintah memutuskan kembali memberikan subsidi sampai 6 bulan. Begitu juga dengan sektor lainnya.

"Itu yang kita putus, di satu sisi anggaran per tahun dan keputusan dibuat per minggu. Ini semua harus dijaga," ungkap Menteri Sri Mulyani.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP