Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curhat Pedagang: Baru Keluar Modal Banyak, Ditebas Minyak Goreng Murah

Curhat Pedagang: Baru Keluar Modal Banyak, Ditebas Minyak Goreng Murah Minyak goreng curah. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kebijakan pemerintah soal minyak goreng satu harga yaitu Rp14.000 per liter membawa kabar bahagia bagi masyarakat. Namun ini nampaknya membuat pedagang terkejut. Bukan tanpa sebab, pedagang baru saja keluar modal beli stok minyak goreng dengan harga mahal.

"Kaget, tiba tiba ada berita pemerintah putuskan harganya wajib turun Rp14.000 per liter. Modal kita untuk harga Rp19.000 per liter. Bisa dihitung sendiri berapa itu habis," kata pemilik toko grosir kelontong Nani, di Pasar Baru Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/1).

Nani mengatakan, kebijakan ini membuat penjualan turun. Sebab, pembeli akan lebih memilih belanja ke minimarket atau ke swalayan untuk mendapat harga yang jauh lebih murah.

"Perbedaan harga itu lumayan ya. Kita seperti baru keluar modal banyak, berharap balik modal, malah ditebas sama minyak murah," katanya.

Nani menambahkan, pemerintah memang memberi waktu satu minggu bagi pasar rakyat menyesuaikan harga seperti harga ritel. Namun tidak ada kepastian, apakah minyak yang sudah terlanjur dibeli dengan modal mahal akan diganti.

"Ini yang sudah terlanjur beli nasibnya gimana belum tahu. Mau ikut pemerintah kita rugi. Tetap dijual, tapi pakai harga yang kemarin, kalau ada yang beli, syukur," tandasnya.

Minyak Goreng Harga Rp14.000 Sulit Ditemukan

Pemerintah baru saja mengumumkan harga minyak goreng Rp14.000 per liter berlaku di semua ritel. Namun, kini minyak goreng murah ini sulit ditemukan di beberapa toko ritel dan minimarket.

Salah satu minimarket di kawasan Margahayu, Bekasi, Jawa Barat contohnya. Stok minyak di minimarket ini ludes sejak pagi hari. Masyarakat yang mengetahui ada minyak murah, berlomba membeli.

"Sudah habis sejak pagi mba. Tadi pagi ada kok, banyak," kata seorang kasir kepada merdeka.com, Rabu (19/1).

Rak tempat minyak goreng memang terlihat ada banderol harga minyak kemasan sebesar Rp14.000 per liter. Begitu juga untuk kemasan 2 liter dibanderol Rp28.000 per 2 liter.

Bukan hanya di satu minimarket, minyak goreng subsidi pemerintah juga sulit ditemukan di minimarket lain dengan jenis nama toko yang berbeda. Perbedaannya, pegawai toko menyebut stok belum sampai. "Stok belum ada yang baru. Kita masih menunggu," kata pegawai bernama Ryan.

Sementara itu, toko ritel grosiran di kawasan Bekasi Timur menjual minyak masih di atas harga acuan pemerintah. Alasannya, stok minyak goreng yang baru belum masuk sehingga masih menggunakan harga yang lama.

"Minyak goreng 1 liter Rp19.000, belum turun, belum belanja lagi kita. Bisa tekor kalau tiba-tiba dijual Rp14.000 seliter, modal nggak balik," kata pemilik toko.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP