Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curhat Darmin tak mau kelapa sawit RI bernasib sama seperti cengkeh

Curhat Darmin tak mau kelapa sawit RI bernasib sama seperti cengkeh cengkeh. shutterstock

Merdeka.com - Indonesia di mata dunia terkenal dengan Sumber Daya Alamnya (SDA) yang berlimpah termasuk, rempah-rempah. Dalam sejarahnya, rempah-rempah Indonesia seperti cengkeh pernah menjadi komoditas yang di unggulkan untuk ekspor. Namun, saat ini rempah-rempah sudah kehilangan pasarnya.

Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menceritakan, beberapa waktu silam negara-negara Eropa berlomba-lomba datang ke Indonesia Timur khususnya Maluku untuk berburu cengkeh.

"Rempah-rempah kita dulu pernah jadi idola di negara Eropa, tapi coba lihat hari ini, bagaimana dengan rempah-rempah kita. Itu sudah seperti sejarah. Walaupun kalau ada di Ternate, tapi tidak jadi andalan lagi," kata Darmin di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (3/8).

Melihat perjalanan sejarah ini, Darmin mengingatkan agar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Indonesia tidak bernasib sama seperti cengkeh. Saat ini Indonesia merupakan salah satu penghasil CPO terbesar di dunia. Dan dia tidak menginginkan nasibnya sama seperti rempah-rempah yang terlupakan.

"Kita tidak ingin nasib minyak sawit kita sama seperti rempah-rempah. Kita ingin sekarang kelapa sawit jadi komoditas andalan yang dibutuhkan berjuta-juta orang. Kerena ini dapat membangunkan perekonomian Indonesia dan mengurangi pengangguran," ungkapnya.

Maka dari itu, adanya standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) atau tingkat ramah lingkungan bagi industri kelapa sawit nasional dapat mengembangkan industri kelapa sawit ke depannya.

"Maka upaya kita memperkuat ISPO ini akan kami sinergikan. Dengan begitu kami percaya kami bisa membentuk dan melaksanakan standard yang kredibel dan yang baik dari masyarakat," ungkapnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP