China makin mengkhawatirkan, aktivitas industri turun
Merdeka.com - Aktivitas industri manufaktur China turun drastis selama Agustus 2015. Dalam data resmi, penurunan ini merupakan yang tercepat dalam tiga tahun terakhir. Penurunan aktivitas industri ini memperbesar kekhawatiran perlambatan negara ekonomi terbesar kedua dunia.
Dilansir dari Channel News Asia, Purchasing Managers' Index (PMI) China turun menjadi 49,7 pada Agustus. Padahal bulan sebelumnya, angka PMI masih bertengger sekitar 50.
Dari PMI ini bisa disimpulkan jika angka masih di atas 50 maka masih ada sinyal ekspansi dalam kegiatan industri manufaktur China. Sementara itu, jika berada di bawah 50 maka menunjukkan perlambatan secara bulanan.
Pabrik di China memang menderita beberapa bulan terakhir karena lesunya permintaan dari dalam maupun luar negeri. Perusahaan dibebani dengan banyaknya kapasitas yang menganggur dan memaksa mereka untuk menurunkan harga. Keuntungan pun tergerus.
Menurut data Biro Statistik Nasional China, Sub-indeks untuk order baru domestik dan asing jatuh ke titik 49,7 pada Agustus 2015. Padahal, Juli lalu angka ini masih sekitar 49,9. Pesanan ekspor barang China turun menjadi 47,7 dari 47,9 pada Juli lalu.
Pemerintah China bekerja keras menyelamatkan perekonomian negaranya. Bank sentral China saja sudah dua kali menurunkan suku bunga acuan atau sudah lima sejak November tahun lalu.
Sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa bank sentral China sangat mungkin mengeluarkan kebijakan pelonggaran moneter hingga akhir tahun ini untuk mendukung perekonomian dan menenangkan pasar keuangan. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya