Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

China bukan lagi kompetitor utama sektor tekstil

China bukan lagi kompetitor utama sektor tekstil Pekerja tekstil. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Perusahaan tekstil dan garmen PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) melihat, China tidak lagi sebagai kompetitor yang sangat kuat di pasar industri tekstil internasional.

"Situasi negara tirai bambu tersebut tidak lagi seperti 10-15 tahun yang lalu. Sekarang ini China sudah berkurang di industri tekstil," jelas Direktur Utama Sritex, Iwan Setiawan saat konferensi pers Sritex di The Ritz Carlton, Jakarta, Senin (20/5).

Dari segi tenaga kerja di sektor tekstil China mulai berkurang. Padahal upah minimum sudah dinaikkan. China kini berkonsentrasi untuk industri elektronik di mana tenaga kerjanya harus memiliki skill mumpuni.

Berangkat dari kondisi tersebut, kini waktunya bagi Indonesia merebut pasar tekstil internasional. "Dari segi upah masih terjangkau, dan waktu sekarang ini tepat untuk pengembangan industri tekstil di daerah Solo," ungkapnya.

Menurutnya, posisi tekstil Indonesia sudah cukup strategis. Data perindustrian menunjukkan peningkatan angka ekspor tekstil Indonesia yang cukup signifikan. Pihaknya pun semakin optimis mampu melebarkan sayap bisnis tekstilnya dengan mengandalkan produk seragam militer yang kini sudah merambah ke 30 negara.

"Masih banyak negara yang belum kami masuki. Itu merupakan tantangan bagi kita untuk lebih bisa memasarkan produk-produk kita. Jadi, itu mungkin sasaran kita selanjutnya untuk penetrasi market yang belum kita jamah," tegasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP