Chatib Basri tak pantas jadi menkeu

Reporter : Ardyan Mohamad | Selasa, 14 Mei 2013 07:31




Chatib Basri tak pantas jadi menkeu
Chatib Basri (kiri) bersama mantan Menkeu Agus Martowardojo dalam peresmian Otoritas Jasa Keuangan. (c) 2012.Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Eksekutif INDEF Ahmad Erani Yustika menilai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Chatib Basri tidak pantas ditunjuk menjabat menteri keuangan. Selain terlalu melayani kepentingan asing, dia dianggap kurang pro terhadap kebutuhan sektor ekonomi riil dalam negeri.

Ahmad Erani menilai sejak awal nama Chatib muncul, dia menduganya sebagai pesanan lembaga asing seperti Bank Dunia ataupun Dana Moneter Internasional (IMF). Karena itu, pendekatannya dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan sama saja seperti menkeu sebelumnya, yaitu kurang berpihak pada pelaku usaha kecil.

"Kalau saya melihat dia itu terlalu mewakili kepentingan asing seperti Bank Dunia, IMF, sehingga saya perkirakan kalau dia jadi (menkeu), tidak akan banyak mengubah kinerja APBN. Jadi (Chatib) akan meneruskan pola yang sudah dijalankan, misalnya mendesain APBN defisit anggaran, kemudian, tidak ada keberpihakan anggaran untuk sektor riil," ujar Ahmad Erani saat dihubungi merdeka.com, Senin (13/5).

Padahal, meski hanya akan bekerja dalam periode singkat sampai akhir 2014, menkeu yang baru punya kesempatan menunjukkan dukungan untuk pelaku usaha lokal. Misalnya, mengalokasikan uang negara untuk menciptakan lapangan kerja. Guru besar Universitas Brawijaya ini melihat dukungan untuk ekonomi dalam negeri belum pernah ditunjukkan Chatib saat menjabat sebagai pengelola aliran investasi.

Meski Chatib berprestasi memecahkan rekor realisasi investasi dan membuat efisiensi perizinan di BKPM, termasuk memperkenalkan sistem pelacakan investor, Ahmad mengaku tidak kagum. Sebab, terobosanmantan dosen Universitas Indonesia ituhanya di tataran teknis, dan tetap saja hanya menguntungkan pemodal asing.

"Yang kita butuhkan menteri yang punya komitmen terhadap ekonomi nasional. Kalau hanya terobosan misalnya perizinan cepat tapi untuk penanaman modal asing, apa hubungannya dengan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Bahkan jika benar-benar memilih Chatib, Ahmad Erani menganggap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meremehkan banyak ahli ekonomi lain yang lebih pantas menduduki jabatan menkeu dan lebih pro kepentingan nasional. Dia mencontohkan, mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution sebagai alternatif yang lebih pas.

"Memunculkan Chatib itu sama saja mendelegitimasi orang banyak yang lebih kompeten. Padahal kita punya sosok hebat, seperti Darmin Nasution, kita punya Drajad Wibowo, Anggito Abimanyu, masih banyak yang lain, mereka saya rasa jauh lebih memiliki visi," ungkap Ahmad.

Kemarin, sumber dari dalam istana menyebutkan SBY telah memilih Kepala BKPM untuk mengisi kursi bendahara negara yang ditinggalkan Agus Martowardojo. "(Yang diangkat jadi Menkeu) Chatib Basri," kata sumber tersebut singkat. Sosok Chatib kabarnya merupakan calon menkeu yang mendapat restu Wakil Presiden Boediono.

Terkait kabar penunjukkannya sebagai Menkeu, Chatib ogah berkomentar. Namun dia juga tidak menampik tegas kabar dirinya menjadi calon favorit bendahara negara yang baru. "Saya Kepala BKPM masa sih ngomentarin menkeu," ucap Chatib sambil tersenyum di pelataran Kantor Menko Perekonomian kemarin.

Meski mengelak dari isu pergantian menkeu, Chatib akhirnya mau membicarakan visinya mengenai perekonomian Indonesia. Dia percaya pertumbuhan ekonomi harus tetap dijaga walaupun ada pelemahan di awal tahun ini.

"Yang ingin saya bilang adalah pertumbuhan ekonomi di kuartal I dan kita mesti cegah supaya pertumbuhan ekonominya enggak lebih rendah," paparnya.

Adik calon Gubernur independen DKI Faisal Basri itu belum setahun bergabung dalam kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Pada Juni 2012, SBY menunjuk Chatib Basri menjadi kepala BKPM menggantikan Gita Wirjawan yang dipercaya mengisi kursi menteri perdagangan.

"Saya percayakan ke saudara Chatib Basri. Yang bersangkutan sekarang wakil ketua Komite Ekonomi Nasional dan aktif dalam memberikan pandangan ke pemerintah yang berkaitan dengan ekonomi dan dunia usaha," ungkap Presiden di Istana Bogor, Rabu (13/6).

Sebelum mengerucut ke Chatib, beberapa nama lain digadang-gadang menjadi calon pengganti Agus Marto. Sebut saja Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, hingga Wakil Menteri keuangan Anny Ratnawati dan Mahendra Siregar.

Saat ini, posisi menkeu masih dirangkap oleh Hatta Rajasa yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

[noe]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Ini pidato lengkap Jokowi di atas kapal pinisi
  • UEFA perintahkan PSG tutup sebagian tribun stadion
  • Ini alasan Jokowi sampaikan pidato di atas kapal pinisi
  • Prof Eko Budihardjo berpulang
  • Jokowi: Salam tiga jari, Persatuan Indonesia
  • Di atas kapal pinisi, Jokowi sebut Prabowo-Hatta sebagai sahabat
  • Wapres Boediono ucapkan selamat kepada Jokowi-JK
  • Jokowi jadi presiden, ini komentar Farhat Abbas
  • Suasana di Rumah Polonia 'panas', pendukung tetap harap berkah
  • Situs KPU Denpasar di-deface, ada tulisan Pilpres cacat hukum
  • SHOW MORE