Chatib Basri: Hadapi Perang Dagang, Ekonomi Indonesia Lebih Aman Dibanding Singapura
Merdeka.com - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China membuat perekonomian dunia bergejolak. Tak hanya berdampak pada perekonomian dua negara ini saja, namun Indonesia pun juga terkena imbasnya.
Mantan menteri keuangan yang saat ini menjabat sebagai Senior Partner & Co Founder Creco Consulting, Chatib Basri menjelaskan, negara yang paling terdampak dari perang dagang ini adalah China. Jika China terdampak, maka Indonesia maka akan kena juga
"Namun yang jadi permasalahannya seberapa besarkah dampaknya?” Ujar Chatib di Jakarta.
Namun demikian, Chatib menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu terlalu khawatir akan terjadinya perang dagang ini. Sebab, dibandingkan dengan Singapura, Indonesia masih terbilang aman.
"Jadi total trade Indonesia terhadap GDP hanya 32 persen, sementara Singapura mencapai 200 persen karena tidak heran kalau Singapura orang-orangnya sangat khawatir akan trade war ini," jelasnya.
"Begitu ekonomi globalnya collapse maka ekonomi Singapura pasti collapse karena 200 persen dari ekonomi Singapura itu dari trade," tambahnya.
Namun demikian, Chatib mengakui bahwa beberapa sektor ekspor Indonesia yang pasti akan terkena dampak dari perang dagang. Sebab, 29 persen dari barang yang Indonesia ekspor ke China merupakan intermediate goods yang digunakan untuk mengekspor barang final, dan 40 persen dari ekspor Indonesia ke China adalah coal, kelapa sawit. Untuk itu dua sektor ini lah yang akan berdampak selama perang dagang.
"Jadi kalo China slowdown akan ada tekanan pada sektor coal dan kelapa sawit," tandasnya.
Reporter: Ayu Lestari
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya