Chatib Basri Beberkan Tantangan Seiring Berkembangnya Industri Fintech
Merdeka.com - Dewan Penasihat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Chatib Basri mengatakan industri fintech peer to peer lending (platform pendanaan Bersama) akan menghadapi tantangan bunga yang semakin turun, ketika pemain industri fintech berkembang.
"Kalau Anda bicara tingkat bunga ke depan, ini bisa turun apalagi kalau player bertambah, mau tidak mau orang makin banyak punya pilihan," kata Chatib dalam seminar nasional daring AFPI, Kamis (3/9).
Menurut mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 ini, tantangan lain yang akan dihadapi industri fintech yakni kebutuhan terhadap penetrasi jaringan telekomunikasi yang semakin luas. Sehingga industri perlu memperkuat basis infrastruktur teknologi jika peminat fintech semakin besar.
Kendati begitu, Chatib menyebut industri fintech peer to peer lending memiliki berbagai keunggulan, di antaranya transaksi cost lebih kecil, tidak perlu buka cabang offline untuk bisa menjangkau nasabah, penetrasi lebih besar dari industri keuangan tradisional.
Selain itu, fintech juga memiliki penilaian kredit atau credit scoring yang lebih bagus sehingga membuat biaya pemantauannya lebih kecil. Sementara industri keuangan tradisional atau konvensional itu terkendala soal agunan, dan lainnya.
Dia yakin untuk ke depannya industri keuangan konvensional juga akan beralih ke digital dalam hal pembiayaan seperti Fintech lending. "Ini membuat mereka yang tadinya tidak punya akses(pendanaan) jadi punya. Jadi suka tidak suka, larinya ke digital teknologi, konvensional juga pasti akan lari ke digital," tandasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya