Chappy Hakim: 99 persen orang menganggap Freeport negatif
Merdeka.com - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim mengakui mayoritas masyarakat Indonesia memandang negatif keberadaan Freeport di Papua. Pandangan semakin sinis saat Freeport terus melanjutkan eksplorasi.
Menurut Chappy, keberadaan Freeport di Papua sebenarnya memberi manfaat untuk masyarakat. Salah satunya adalah membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama Papua.
"99 persen orang yang tidak tahu Freeport pasti bilangnya Freeport ini negatif. Keberadaan PT Freeport Indonesia di Papua harusnya bisa memberikan aksi dan nilai signifikan bagi masyarakat," kata Chappy di Universitas Indonesia, Jumat (27/1).
Chappy menilai, hal penting yang harus dilakukan saat ini adalah memperbaiki komunikasi dengan masyarakat Papua. Selain itu, Freeport ke depannya juga akan fokus membangun infrastruktur daerah sekitar.
"Kalau kita melihat infrastruktur penerbangan di Papua, luar biasa. Dalam satu medan yang sangat terbatas, itu menjadi andalan utama bagi transportasi. Di Biak ada pangkalan udara, kalau itu bisa dikembangkan jadi bagian dari PT DI," imbuhnya.
Di lain h al, Chappy mendukung penuh kebijakan pemerintah soal penyamarataan harga, baik harga sembako, bahan bakar minyak (BBM), dan lain-lain harus terus dilakukan. Bukan hanya itu, pihaknya juga bisa menggunakan CSR untuk pembinaan pendidikan dan olah raga di Papua.
"Kita justru akan menjadi sesuatu yang sangat berarti. Ini konteks pembinaan sumber daya manusia, pendidikan. Itu sudah berjalan, kita akan memperbesar skalanya," pungkas Chappy.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya