Cerita Warga Soal Bantuan Beras Bulog 10 Kilogram
Merdeka.com - Pekan ini peserta keluarga penerima manfaat (KPM) program kartu sembako mendapatkan tambahan bantuan 10 kilogram beras. Tambahan beras tersebut berasal dari Perum Bulog yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia.
Salah satu penerima kartu sembako Lina (41) mengaku beras yang diterima pada hari Rabu (4/8) lalu warnanya kusam. Dia harus mencuci berkali-kali agar airnya menjadi jernih sebelum dimasak.
"Berasnya dekil, harus dicuci berkali-kali dulu sampai bersih. Minimal 3 kali, kalau enggak ya masih kotor airnya," kata Lina saat berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Sabtu (7/8).
Warga Kemayoran ini mengaku beras diterimanya berjenis pera. Setelah matang, beras tersebut akan mawur (terhambur) bila diletakkan di piring atau wadah.
Untuk mengakalinya, dia kerap mencampurnya dengan beras pulen yang dibelinya sendiri di warung. Sebab jika tidak, beras yang dimasak kurang enak ketika dimakan.
"Makanya saya campur sama beras pulen beli di warung biar bisa dimakan. Kalau enggak dicampur ya keras, masaknya harus pakai yang banyak juga," tutur Lina.
Hal senada diungkap Eis (28) yang juga warga Kemayoran. Penerima program Kartu Sembako ini juga kerap mendapatkan beras bantuan dari Bulog yang berjenis pera. Namun, hal itu tidak selalu terjadi. Dia mengaku pernah beberapa kali mendapatkan beras pulen.
"Ya enggak selamanya jelek sih. Pernah dapat pera, pernah dapat pulen juga, tapi seringnya pulen. Kalau yang pera, masih bisa di makan juga," kata dia.
Sebelumnya diberitakan warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, menerima beras bantuan tidak layak konsumsi. Beras yang didapat warga berwarna kuning dan kotor.
Beras bantuan tersebut dari Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang, yang disalurkan oleh PT Pos Indonesia Kabupaten Pandeglang.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya