Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita unik di balik pembangunan tol laut ala Jokowi

Cerita unik di balik pembangunan tol laut ala Jokowi Pelabuhan Tanjung Priok. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan menjalankan amanat Presiden Joko Widodo untuk membangun tol laut dan sentra logistiknya yang disebut Rumah Kita. Dalam pelaksanannya, Kemenhub menggandeng beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bulog, NRI dan PT Semen Indonesia untuk membangun sentra logistik.

"Disini negara harus hadir dengan adanya Rumah Kita itu tadi supaya kita juga jangan seolah-olah yang kita subsidi adalah pedagang. Nah, sekarang masyarakat juga merasakan itu makanya tadi dengan program Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) bekerja sama itu kita berdayakan BUMN-BUMN itu," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Bay Mokhamad Hasani, di kantornya, Rabu (16/8).

Akan tetapi, kata Bay, pada awalnya Kemenhub kesulitan mengajak BUMN bekerja sama. Bahkan, pihak BUMN berulang kali mengabaikan undangan rapat dari pihaknya.

"Pada awalnya memang kita agak sulit untuk berkoordinasi bahkan kita juga ngundang berkali-kali jarang datang selama saya ngundang. Makanya kami laporkan kepada Pak Menteri (Budi Karya Sumadi) saya infokan," ujarnya.

Kemudian Menhub Budi berinisiatif mengundang langsung ketiga BUMN tersebut. "Langsung diundang Pak Menteri, semua direktur utama semuanya datang dan semua sekarang siap gerak," ungkapnya.

Bay menegaskan Tol Laut dan Rumah Kita bukan program Kemenhub melainkan program Presiden Jokowi sehingga dalam pelaksanaannya perlu dukungan pihak lain. Kemenhub menggandeng BUMN untuk memasok dan mengisi barang ke daerah-daerah yang dikunjungi tol laut melalui koordinasi dengan Rumah Kita.

Saat ini, total Rumah Kita di seluruh Indonesia ada 19 dan baru 13 yang dioptimalkan fungsinya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP