Cerita Travel Umrah, Bertahan Pakai Tabungan Selama Pandemi Covid-19
Merdeka.com - Pandemi Virus Corona melumpuhkan seluruh roda perekonomian tak terkecuali jasa travel umrah dan haji. Tercatat, selama pandemi sudah dua kali keberangkatan haji dan umrah tidak dilakukan.
Ketua Umum Serikat Penyelenggaraan Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengatakan, sejak Maret 2020 pemilik travel bertahan dengan tabungan. Pemasukan sudah tak lagi ada, namun operasional terus berjalan.
"Dari Maret setahun lebih tidak ada pemasukan, pengeluaran banyak. Hanya mengandalkan kekuatan tabungan," ujar Syam saat berbincang dengan media, Jakarta, Jumat (4/6).
Syam melanjutkan, jasa travel umrah dan haji berbeda dengan jenis usaha lain. Ada berbagai pengeluaran yang harus rutin dibayarkan setiap bulan seperti listrik, air, sewa gedung, telepon dan gaji pegawai.
"Operasional bulanan tetap jalan. Tagihan listrik, air, sewa gedung, telepon dan gaji pegawai, itu tetap. Tak berubah. Padahal kita pemasukan bisa dibilang tidak ada sama sekali," katanya.
Meski terhimpit tak punya pemasukan, pemilik jasa travel dan umrah mendukung upaya pemerintah meniadakan keberangkatan ibadah tahun ini. Sebab, jika tetap dilakukan maka akan membebani pengusaha.
"Jadi banyak tambahan biaya yang membebankan operasional, tapi jemaah sedikit, akhirnya pendapatan sedikit. Nah dengan pendapatan sedikit, hanya cukup operasional, makin banyak pengeluaran yang terbebani. Bisa jadi pendapatan hanya Rp5 juta tapi untuk ini itu jadi Rp10 juta, jadi rugi," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya