Cerita Pengusaha Takut Dijebak Program Tax Amnesty yang Berujung Penyesalan
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita mengakui banyak pengusaha yang menganggap program Pengungkapan Pajak Sukarela (PPS) yang diterapkan di 2022 sama seperti program tax amnesty pada tahun 2016 silam. Kala itu, banyak pengusaha yang belum mau mengungkap jumlah asetnya, karena merasa takut dijebak. Alhasil peserta program masih jauh dari target.
"Waktu tax amnesty ini banyak pengusaha yang ragu dan merasa takut dijebak," kata Suryadi dalam Kick Off Sosialisasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan di Nusa Dua, Bali, Jumat (19/11).
Namun, setelah program tax amnesty berakhir, para pengusaha tersebut menyesal. Sebab, program tersebut tidak menjebak, melainkan memberikan keringanan dalam membayar kewajibannya. Sehingga program sejenis kini dinantikan para pengusaha.
"Setelah programnya selesai mereka merasa bukan jebakan dan benar-benar enak dan mereka jadi gelisah lagi, kapan nih ada lagi. Dan terima kasih aspirasinya ini sudah diterima untuk diadakan lagi," kata dia.
Suryadi mengusulkan agar sosialisasi PPS ini makin digencarkan. Sebab banyak pengusaha yang ingin mengetahui lebih lanjut terkait program ini. Terlebih program PPS hanya berlangsung selama 6 bulan tahun depan. Para pengusaha pun membutuhkan waktu untuk mengatur aset-aset yang dimilikinya.
"Jadi saya rasa sosialisasi ini perlu sekali karena mereka ini selalu bertanya-tanya. PPS ini kan cuma 6 bulan, mereka juga butuh persiapan, uangnya ada di mana saja," kata dia.
Untuk itu, dia mengimbau agar para pengusaha tidak melewatkan kesempatan emas. Program ini tidak selalu ada setiap tahun dan belum tentu akan ada program yang sama di tahun-tahun berikutnya.
"Ini adalah kesempatan emas dan mungkin terakhir. Jadi lebih baik dilaporkan secara sukarela sebelum diperiksa, karena aturan tax amnesty yang dendanya 200 persen itu masih berjalan sampai sekarang," pesan Suryadi.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya