Cerita Pengusaha Donat Bisa Raup Rp1 Juta per Hari saat PPKM Darurat
Merdeka.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali tidak melulu berdampak negatif kepada kelangsungan usaha. Di tengah pembatasan yang ketat, justru membuat para pelaku usaha lebih inovatif dan tetap bisa mendapat cuan.
Salah satunya Rosyid Ridho. Pemilik usaha Donut's Creamy ini mengaku tidak terdampak sama sekali terhadap PPKM Darurat. Menurutnya, adanya pembatasan ini justru mampu meningkatkan penjualannya hingga 10-20 persen dari sebelumnya.
"Tidak ada pengaruhnya (PPKM Darurat) penjualan justru naik 10-20 persen," kata Rosyid saat berbincang kepada merdeka.com, Minggu (11/7).
Pria yang memiliki dua orang anak itu bahkan bisa mengantongi penjualan tertingi dalam sehari mencapai Rp1.000.000. Sementara paling rendah adalah setengahnya, yakni Rp500.000.
"Untuk rata-rata per harinya Rp600.000," imbuhnya.
Ridho menambahkan, selama pelaksanaan PPKM Darurat pihaknya juga melakukan inovasi dengan sistem jemput bola. Masyarakat bisa membeli atau memesan dengan layanan antar secara cuma-cuma, alias gratis tanpa biaya. Untuk jasa ini, masyarakat bisa memesan langsung kepadanya.
Kerja Sama dengan Aplikasi
Selain sistem jemput bola, Rihdo juga sudah bekerja sama dengan beberapa aplikasi seperti Gofood, Grabfood dan Shopee food. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa secara mudah memesan tanpa harus datang langsung.
Adapun jam operasional Donu'ts Creamy ini pukul 12.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB
Seperti diketahui, Pemerintah Jokowi telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali sampai dengan 20 Juli 2021 mendatang. Bahkan mulai Senin besok, pemerintah juga akan melakukan perluasan PPKM Darurat di 15 kota atau Kabupaten di luar Jawa dan Bali.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya