Cerita peneliti LIPI kembangkan mobil listrik contek Timor
Merdeka.com - Cikal bakal mobil listrik di Indonesia telah dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mulai dari tahun 1997. Kini LIPI telah menciptakan mobil listrik merek Hevina dengan mencontek design mobil nasional di akhir era Soeharto, Timor.
Koordinator Penelitian Lipi, Hafid menceritakan setelah mengembangkan mobil listrik tahun 1997, pihaknya terus menyempurnakan pada 2004. Pada masa tersebut beberapa tipe mobil listrik buatan LIPI sudah dirancang dan digunakan untuk rumah sakit dan patroli polisi.
"2004 kami mengeluarkan beberapa tipe gold untuk rumah sakit dan patroli polisi. Misi kami usung kemandirian khusus bidang transportasi energi listrik sumber energi di kendaraan. Mewudukan kemandirian energi sektor transportasi, " ucap Hafid di pameran rakyat mobil listrik Kemenristek di Monas, Jakarta, Minggu (22/12).
Pada tahun 2012, Hevina terus dikembangkan dan dibiayai oleh Kemenristek. Hafid mengakui platform mobil listrik Hevina menggunakan platform Timor yang kemudian di design ulang. Kini mobil Hevina sudah bisa beroperasi dengan kecepatan 140 km/jam.
"Platform Timor kami desain ulang. Sekarang bisa 140 km per jam dan menempuh 130 km sekali charge. Ada teknologi juga dimana disaat perlambatan, penurunan bsa mengisi sendiri dan menambah jarak tempuh kemampuan secara teknis," jelasnya.
Mobil listrik Hevina juga telah mengembangkan beberapa teknologi seperti pengamanan ketika melewati banjir, teknologi mesin akan mati sendiri secara otomatis ketika dicas serta masih banyak fitu lain yang ditambahkan.
"Mudah-mudahan bsa diterima masyarakat Indonesia. Ini prototype riset. Mungkin masih ada kelemahan dari 2009 sampai sekarang, tapi belum ada kendala yang serius," tutupnya. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya