Cerita masyarakat tak makan telur saat harga tembus Rp 30.000 per Kg
Merdeka.com - Operasi pasar telur ayam murah yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) langsung diserbu masyarakat. Di lokasi ini, Kementan menggelontorkan sekitar 2 ton telur dengan harga Rp 19.500 per kg.
Esti (49), masyarakat yang turut membeli telur di TTIC mengungkapkan, harga Rp 19.500 per Kg yang di banderol dalam operasi pasar ini sangat murah. Sebab, sejak seminggu terakhir harga telur yang dijual di pasar mencapai Rp 30.000 per Kg.
"Ini sudah murah banget. Terakhir kan katanya sudah sampai Rp 30.000," ujar dia di TTIC, Jakarta, Kamis (19/7).
Dia mengungkapkan, terakhir dia membeli telur sudah berada di kisaran Rp 26.000, yaitu sejak 2-3 minggu lalu. Lantaran harganya terus naik, Esti mengaku tidak lagi membeli telur.
"Telur buat masak saja di rumah. Tapi pas tahu harganya makin naik, saya enggak mau beli. Pas Rp 30.000, saya tidak mau belanja (telur)," ungkap dia.
Sementara itu, pembeli lain yaitu Laksito (42) mengungkapkan, saat harga telur naik, dirinya lebih memilih membeli bahan pangan lain sebagai pengganti telur.
"Kalau harganya Rp 30.000, mending saya beli daging, di sini harganya cuma Rp 70.000 - Rp 75.000 per Kg. Atau ayam Rp 32.000 per Kg," ungkap dia.
Dengan operasi pasar ini, Laksito berharap harga telur ayam di pasaran bisa segera turun. "Ya mudah-mudahan turun dan enggak naik-naik lagi. Kalau naik, kasihan masyarakat kecil yang sanggupnya cuma beli telur, enggak mampu beli daging," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya