Cerita JK soal kereta cepat Jakarta-Surabaya & skema jalur melayang
Merdeka.com - Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla kembali membangkitkan ambisi untuk membangun sebuah kereta cepat rute Jakarta-Surabaya. Rencana ini sempat menjadi pusat pemberitaan saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kemudian hilang menguap.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pembangunan kereta Jakarta-Surabaya memang sangat diperlukan seiring dengan kebutuhan masyarakat akan transportasi. "Permintaan masyarakat tumbuh lebih cepat dibanding kemampuan pemerintah untuk memenuhinya. Artinya kita harus bikin lagi kereta yang cepat dari Jakarta ke Surabaya, di samping yang ke Bandung," ujar JK.
Wapres JK mengakui, memang masih banyak kendala yang harus dihadapi dalam merealisasikan proyek ini. Salah satunya soal banyaknya persimpangan atau perlintasan sebidang antara jalur kereta dengan jalan raya.
"Suatu ketika saya naik kereta dari Jogja (ke Jakarta), naik kereta kok 8 jam. Saya tanya kok bisa 8 jam, saya pikir hanya 5 jam. Karena terlalu banyak persimpangan," katanya.
Menurutnya, saat ini pemerintah tengah mencari solusi untuk membangun kereta cepat ini. Alasannya, terdapat 980 perlintasan sebidang yang harus dilewati antara kedua provinsi tersebut.
"Kita akan ketemu 980 persimpangan antar Jakarta-Surabaya, artinya tiap 1 km 1 persimpangan. Oke, kalau begitu bangun overpass," pungkasnya.
Lalu bagaimana tanggapan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi atas rencana ini? (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya