Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Bos Inalum sulit ambil alih saham Freeport

Cerita Bos Inalum sulit ambil alih saham Freeport Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah masih terus merampungkan perundingan pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen. Hingga kini, salah satu yang sedang dibahas adalah penuntasan perjanjian jual beli 40 persen participating interest (PI) Rio Tinto di Freeport Indonesia.

Pencapaian kesepakatan pengambilalihan saham ini seharusnya rampung pada April 2018. Namun pada kenyataannya, pemerintah masih memperpanjang jadwal negosiasi hingga Juni ini.

Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin mengaku molornya perundingan tersebut disebabkan proses transaksi yang sulit. Meski demikian, Budi mengatakan sudah terdapat beberapa kemajuan yang cukup baik hingga saat ini.

"Ini salah satu transaksi tersulit yang saya sebagai bankir 25 tahun rasakan, pencapaiannya beberapa minggu ini sudah signifikan. Ini salah satu aset terbesar Indonesia, ini tambang terbesar di dunia kedua, setelah di Chile semoga bisa kembali ke pangkuan ibu pertiwi," ujar Budi di Graha Financial CIMB Niaga, Jakarta, Senin (4/6).

Budi melanjutkan, transaksi akuisisi saham Freeport yang membutuhkan pendanaan besar tersebut termasuk transaksi yang unik. Sebab pada umumnya, perundingan akuisisi akan melakukan transaksi terlebih dulu baru menyiapkan pendanaan. Sedangkan dalam perundingan Freeport ini, pendanaan sudah diperoleh namun transaksi masih berlangsung.

"Ini adalah salah satu transaksi agak unik, biasanya terjadi dulu baru dapat komitmen pendanaannya. Sekarang ini bisa tegas komitmen pendanaan sudah tinggal transaksi terjadi. Pendanaan dari konsorsium bank-bank sudah, tinggal transaksi terjadi. Sulit atau enggak? Sulit, karena bukan hanya dengan Freeport tapi juga Rio Tinto. Ada saham ada participating interest," jelasnya.

Untuk itu, Budi menegaskan, pemerintah bersama holding tambang tidak akan terburu-buru melakukan penyelesaian perundingan. "Mesti tanya sama yang janji (Juni selesai). Untuk kita mending transaksi benar bukan terburu-buru tapi tidak benar. Takut sudah ngomong tapi tidak bisa tercapai," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP