Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah penularan zoonis, Kementan latih 960 dokter hewan cilik

Cegah penularan zoonis, Kementan latih 960 dokter hewan cilik Sterilisasi kucing rabies. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melatih kurang lebih 960 orang siswa Sekolah Dasar (SD) untuk menjadi dokter hewan cilik pada tahun 2016.

Langkah itu mereka lakukan untuk mencegah penularan zoonosis di Indonesia. Zoonosis adalah suatu penyakit atau infeksi yang secara alami ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.

Dengan adanya pelatihan itu diharapkan mereka nantinya akan dapat menjadi duta atau kader pencegahan penularan zoonosis khususnya rabies, di mana lebih dari 50% korbannya adalah anak–anak.

Program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Zoonosis yang di inisiasi oleh Ditjen PKH ini telah dilakukan di 12 provinsi di Indonesia. Program tersebut menggunakan pendekatan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dengan usia 9 – 12 tahun.

Menurut teori perkembangan kognitif Piaget, anak pada usia sekolah dasar pada rentang usia 7-11 tahun tergolong ke dalam tahapan perkembangan kognitif operasional konkret.

"Materi yang diberikan pada program KIE Zoonosis khususnya rabies mencakup pengetahuan dasar tentang zoonosis, pengetahuan dasar mengenai rabies, tindakan pencegahan gigitan anjing yang lebih dikenal dengan Rahasia siguguk, tindakan pertolongan pertama apabila digigit oleh Hewan Penular Rabies, dan menyebarkan informasi terkait rabies kepada teman di sekolah ataupun di lingkungan rumahnya," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita.

Selain itu, dokter hewan cilik juga diperkenalkan dengan janji dokter hewan cilik. Janji tersebut berisi pesan bahwa dokter hewan cilik tersebut akan turut berperan serta aktif dalam hal memberikan informasi tentang bahaya rabies, melaporkan kepada orang tua, aparat desa atau dinas peternakan bila ada kasus gigitan anjing pada manusia yang mereka ketahui.

Ditjen PKH, Kementan melalui Direktorat Kesehatan Hewan Masyarakat Veteriner telah mengadakan Pemilihan Dokter Hewan Cilik Terbaik Nasional Tahun 2016 pada tanggal 28 September 2016 dalam rangkaian acara Hari Rabies sedunia (World Rabies Day).

Dokter hewan cilik yang terbaik tersebut berasal dari Propinsi Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, dan Bangka Belitung. Pemilihan dilakukan berdasarkan video terbaik yang dikirimkan.

Pemilihan Dokter hewan cilik tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi atau semangat para dokter hewan cilik yang telah diberikan edukasi mengenai zoonosis untuk dapat menjadi duta atau kader pencegahan zoonosis khususnya Rabies, dimana lebih dari 50 persen korbannya adalah anak-anak. Dokter hewan cilik ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangsih untuk menyebarluaskan informasi mengenai Rabies dan penyakit zoonosis lainnya. (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP