Cara tukang bubur rekrut karyawan
Merdeka.com - Sudah 11 tahun Ate Rushandi atau Abah Odil menjalankan bisnis bubur ayam di Kota Malang, Jawa Timur. Dari berjualan bubur ayam, dia kini bisa mengantongi omzet Rp 1,3 miliar per tahun. Abah yakin, kesuksesan itu didapat berkat memegang teguh moto hidup jujur, sungguh-sungguh dan berdoa.
Prinsip itu yang ditularkan ke karyawannya. Meskipun hanya berjualan bubur, Abah mengaku tidak sembarangan merekrut karyawan atau pegawainya. Sebab, bagi Abah, karyawan merupakan kunci sukses roda bisnis penjualan bubur. Abah Odil tidak memberikan persyaratan ketat dari sisi kemampuan akademis maupun intelektual. Dia justru menekankan pada pendekatan iman.
"Contoh dalam merekrut karyawan salah satunya rajin salat. Kamu salat atau tidak? Saat menjadi karyawan mau menjalankan salat? Kedua tidak merokok, kalau merokok mau berhenti merokok saat menjadi karyawan," kata Ate Rushandi di salah satu kiosnya di Jalan Soekarno - Hata Kota Malang, Kamis (1/3). (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya