Cara Standard Chartered genjot ekonomi melalui 1.500 remaja putri
Merdeka.com - Standard Chartered Bank Indonesia kembali meluncurkan program GOAL, yaitu sebuah inisiatif global untuk memberikan pelatihan dan keterampilan bagi remaja putri dari keluarga kurang mampu. Tahun ini, perbankan menargetkan 1.500 remaja putri Indonesia dari 10 sekolah dan 2 Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jatinegara sebagai peserta, dengan dukungan lebih dari 30 karyawan Bank yang akan turut serta sebagai tim pelatih (trainer) dan sukarelawan.
Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro mengatakan, dengan adanya program pendidikan mengenai pengetahuan dan keahlian bagi remaja putri ini, diharapkan mereka bisa menentukan masa depan mereka dan berdampak pada ekonomi keseluruhan.
"Kami memberikan pengetahuan dan keahlian dan hal ini akan memiliki dampak yang luar biasa dalam mendorong perekonomian negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (24/3).
Lembaga penelitian bisnis dan ekonomi berskala global milik McKinsey & Company, McKinsey Global Institute melakukan penelitian di 2015 mengenai peranan perempuan dalam berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi global. Penelitian yang dilaksanakan di 95 negara tersebut, termasuk Indonesia.
Hasilnya menyebutkan bahwa jika kesetaraan gender dapat diwujudkan, maka hal tersebut akan mendorong global PDB tahunan mencapai USD 12 triliun pada 2025. Penelitian itu juga menunjukkan bahwa salah satu upaya paling efektif untuk dapat mendorong terwujudnya kesetaraan gender adalah kepastian akses yang sama dalam memperoleh pendidikan bagi perempuan.
Negara yang mampu memberikan kepastian hak pendidikan yang sama antara pria dan perempuan memiliki rata-rata 23 persen pendapatan per kapita lebih tinggi dibanding negara lain.
Standard Chartered Bank Indonesia sendiri telah menjalankan program ini 6 tahun. Namun, kali ini perusahaan menggunakan kurikulum baru. "Ketika mereka diberikan pengetahuan dan keahlian yang benar untuk menentukan masa depan mereka, kami percaya kesejahteraan akan meningkat," katanya.
Sepanjang penyelenggaraan program tahun ini, Standard Chartered berkolaborasi dengan dua lembaga masyarakat terkemuka, yaitu Women Win asal Belanda dan Yayasan Mitra Mandiri Indonesia. Dalam modul baru tersebut, para remaja putri yang berusia 12-18 tahun akan menerima pembekalan dan pelatihan tentang keterampilan hidup, kesehatan, motivasi, serta literasi keuangan melalui kegiatan olahraga.
Country Champion Patron untuk Youth Empowerment Standard Chartered Bank Indonesia, Waluyo Suryantoro mengatakan, melalui program GOAL ini, pihaknya ingin membantu pemerintah dalam memberikan pendidikan dan pelatihan tambahan, khususnya dalam hal pendidikan keuangan, sehingga bermanfaat bagi remaja putri di kemudian hari.
Kurikulum baru ini terdiri dari empat modul, yaitu Cerdas dalam Mengelola Keuangan (fokus pada pendidikan finansial), Jadilah Diri Sendiri (fokus pada pelatihan berkomunikasi), Pentingnya Kesehatan (fokus pada pemberian pengetahuan mengenai kesehatan dan higenitas), serta Kepercayaan Diri (fokus pada peningkatan rasa percaya diri dan keterampilan hidup lainnya).
"Sejak dilaksanakan 2011 hingga 2016, program ini telah menjangkau 1.500 remaja di beberapa kota, seperti Jabodetabek, Bandung, Semarang, Medan, dan Denpasar."
Informasi saja, pada 2013, secara global Standard Chartered membuat komitmen Clinton Global Initiative (CGI) terkait program pemberdayaan 600.000 orang perempuan melalui program GOAL hingga akhir 2020. Hingga akhir 2016, secara global Standard Chartered telah mencapai hampir 50 persen dari komitmen CGI tersebut termasuk 285,000 orang remaja perempuan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya