Buruh industri tekstil libur dua pekan, stok menumpuk di gudang
Merdeka.com - Sektor industri padat karya di dalam negeri tengah mengalami masa sulit seiring perlambatan ekonomi nasional. Beberapa kali pengusaha mengeluhkan lesunya penjualan yang berimbas ke kinerja produksi.
Untuk menyiasati sekaligus melakukan penghematan, pengusaha tekstil memberikan libur Lebaran lebih panjang bagi karyawan dan buruh pabriknya. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengeluhkan lesunya industri nasional. Pengusaha menambah waktu libur Lebaran pegawainya hingga lebih dari dua pekan.
"Normalnya libur Lebaran itu 4 hari. Dua hari sebelum dan dua hari sesudah. Tapi sekarang kan kondisinya sedang abnormal," ujar Ade saat dihubungi merdeka.com, Kamis (16/7).
Panjangnya waktu libur Lebaran buruh berdampak pada proses produksi. "Akhirnya yang terjadi penumpukkan stok di gudang dan pasar sedang sepi, jadi liburnya (buruh) lebih lama," tuturnya.
Ade tak menampik, sesungguhnya terjadinya lonjakan penjualan jelang Lebaran lantaran terdorong tingginya konsumsi masyarakat. Sayangnya kondisi itu tidak bertahan lama.
"Biasanya itu meningkat konsumsi satu bulan sebelum lebaran. Kalau sekarang seminggu sebelum lebaran baru ramai. Benar-benar sepi sekarang," keluhnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya