Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bursa saham anjlok, Garuda Indonesia tak tutup peluang buyback

Bursa saham anjlok, Garuda Indonesia tak tutup peluang buyback Arif Wibowo ditunjuk sebagai Dirut Garuda. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia Tbk tidak menutup kemungkinan melakukan pembelian saham kembali alias buyback sebagai imbas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 4.400 poin. Namun, Garuda mempertimbangkan usulan dari Kementerian BUMN.

"Kita sedang lakukan pertimbangan-pertimbangan itu (buyback)," ujar Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Arief Wibowo yang ditemui di Senayan, Jakarta, Jumat (21/8).

Perseroan wajib berkoordinasi dengan pemerintah selaku pemegang saham terbesar. Pertimbangan lain menyesuaikan perkembangan kondisi ekonomi global.

"Saya belum bisa sampaikan, tapi kita lihat dari perkembangan pasar modal semuanya memang lagi ngedrop. Kita tidak bisa spekulasi, kita lihat dulu aturannya, kita lihat juga kondisi terkini," jelas dia.

Mantan bos Citilink ini juga masih menunggu lahirnya aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait buyback. Pihaknya tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan meskipun pasar saham sedang anjlok.

"Kita lihat dulu aturannya, nanti kita ambil tindakan, kita akan koordinasikan dengan Kementerian BUMN," pungkas dia.

OJK dalam waktu dekat berencana menerbitkan surat edaran OJK yang memperbolehkan emiten atau perusahaan publik. Untuk melakukan pembelian kembalinya saham atau buyback.

Adapun sejauh ini terdapat tiga bank BUMN yang siap membeli kembali (buyback) sahamnya di BEI. Saham ketiganya sudah jatuh seiring dengan koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP