Buntut tragedi AirAsia QZ8501, nantinya tak ada lagi tiket murah
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengendus adanya persaingan bisnis di industri penerbangan yang membuat maskapai penerbangan melanggar aturan dengan menambah atau mengubah slot penerbangan. Hal itu juga yang diyakini terjadi pada AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang terbang pada Minggu (28/12).
Dampak dari kejadian ini panjang. Pemerintah bakal mengatur tarif pesawat, khususnya maskapai penerbangan murah, agar tidak terjadi persaingan yang memicu maskapai berlomba-lomba menambah slot penerbangan di luar izin yang diberikan.
Tarif batas bawah akan ditetapkan pemerintah. Dengan kata lain, ke depan tidak ada lagi tiket pesawat yang ditawarkan atau dijual dengan sangat murah. Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid mengatakan peraturan tersebut segera terbit.
"Tidak ada lagi ke depan tawaran tiket murah seperti Rp 50.000. Batas bawah ditetapkan 40 persen. Suratnya sendiri masih tunggu pengesahan Menkumham," ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (6/1).
Dia menjelaskan, aturan ini dikeluarkan lantaran adanya pengaruh harga tiket dengan persaingan bisnis yang akhirnya mengabaikan faktor keselamatan. Sebagai regulator, pemerintah tidak ingin kondisi ini dipelihara.
"Agar maskapai punya ruang financial yang cukup untuk tingkatkan standar safety. Kita tidak masalah kurangi standar layanan. Seperti maskapai LCC tidak dapat snack, tukar kursi bayar. Tapi yang kurangi standar safety tidak boleh," jelas dia.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya