Bunga KPR tinggi ciptakan kemiskinan permanen
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) akibat kenaikan suku bunga (BI Rate) menjadi kendala bagi masyarakat. Pasalnya, mimpi masyarakat ekonomi menengah ke bawah memiliki rumah semakin berat.
Deputi Komisioner OJK, Dumoly Freddy Pardede mengatakan, kondisi ini semakin menekan mengingat besarnya kebutuhan rumah di Tanah Air. Jika kondisi tersebut berlanjut maka bakal menciptakan kemiskinan permanen.
"Kalau bunga naik terus, masyarakat menengah bawah jadi sulit memiliki rumah. Padahal, permintaan rumah untuk kalangan ini sangat besar. Sehingga bisa menciptakan kemiskinan yang permanen," ujarnya saat acara 'Seminar Kiat Pendanaan KPR Saat Bunga Tinggi' di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (12/2).
Menurutnya, saat ini, kebutuhan pendanaan KPR untuk kepemilikan rumah masyarakat sangat tinggi. "98 persen KPR melalui pendanaan perbankan dan sisanya multifinance," jelas dia.
Sebagai catatan, saat ini Indonesia tercatat mengalami kekurangan rumah (backlog) mencapai 15 juta unit setiap tahun. Sedangkan, kemampuan penyediaan penambahan rumah per tahun hanya sebanyak 800 ribu unit.
Sebelumnya, beberapa bank sempat memberlakukan suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR berada di kisaran satu angka, kini SBDK KPR sudah menyentuh dua angka yakni di kisaran 10 persen hingga 12 persen akibat kenaikan BI Rate.
Marketing Support Gapura Prima Group, Berly, mengaku naiknya suku bunga KPR berpengaruh terhadap minat masyarakat membeli properti. "Banyak pengaruhnya, orang sekarang lihat suku bunga tinggi, jadi ragu-ragu, dari 7,49 persen (sebelum BI Rate naik) langsung jadi 10,49 persen. 20 persen konsumen mikir-mikir lagi, turun minat beli," kata Berly saat ditemui di pameran properti di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.
Senada dengan Berly, Sales Marketing Duta Putra Land Edi mengaku mengalami penurunan minat konsumen membeli properti hingga 20 persen, lantaran kenaikan bunga KPR. "Kita tetap dengan harga yang saat ini berlaku. Calon pembeli mikir ulang. Mereka hold dulu. 20 persenan turun dibanding sebelum bunga naik," kata Edi.
Berikut suku bunga KPR yang berlaku di beberapa bank. Namun, suku bunga KPR tersebut belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarannya tergantung masing-masing bank.
Bunga KPR:
BRI: 10,25 persen
Bank Mandiri: 11 persen
BNI: 11,10 persen
BTN: 11 persen
BCA: 10,5 persen
Bank: Danamon 12 persen
CIMBNiaga: 10,8 persen
Permata Bank: 12,5 persen
Panin Bank: 10,73 persen
OCBCNisp: 12,5 persen
BII: 10,77 persen
Bank BJB: 8,93 persen
Bank DKI: 10,8 persen.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya