Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BUMN: Utang BUMN masih kecil walau ditambah Rp 43 triliun dari China

BUMN: Utang BUMN masih kecil walau ditambah Rp 43 triliun dari China BUMN Bersyukur. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Komisi VI DPR memanggil pejabat kementerian BUMN dan bos 3 bank pelat merah yakni BRI, BNI, dan Bank Mandiri membahas pinjaman dari China Development Bank CDB sebesar USD 3 miliar atau sekitar Rp 43 triliun.

Deputi ‎Bidang Jasa Keuangan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menuturkan, meski menarik utang dalam jumlah besar dari China, secara umum per Juli 2015 ‎jumlah utang BUMN masih kecil.

"Utang BUMN sekitar 10,4 persen dari total utang luar negeri Indonesia. Total utang perbankan sebesar 1,4 persen dari total utang luar negeri Indonesia," ujar Gatot di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/9).

Selain itu, kata dia, sejauh ini China merupakan pemberi utang yang relatif kecil. China berada di posisi kelima dari seluruh pemberi utang.

Gatot menjelaskan, pinjaman dari China ditujukan untuk memperlancar program infrastruktur dan orientasi pada ekspor. Pinjaman ini direalisasikan setelah kunjungan Presiden Jokowi ke China Maret 2015.

Dari pengakuannya, empat hari setelah kunjungan itu, Jokowi memberikan mandat kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk melakukan tindak lanjut pinjaman ini.

"Setelah‎ 3 kali kunjungan tindak lanjut pada Maret, Juni sampai September, akhirnya disepakati pemberian pinjaman kepada masing-masing bank sebesar USD 1 miliar," katanya.

Gatot memaparkan, pinjaman China ini merupakan pinjaman business to business. Komposisinya, 70 persen dalam bentuk dolar dan 30 persen dalam bentuk mata uang China (Reminbi‎ atau Yuan). (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP