BUMN minta Sucofindo dan Surveyor Indonesia tingkatkan pangsa pasar
Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minta PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia naikkan target pangsa pasar menjadi 50 persen. Target tersebut dipatok untuk jangka waktu empat tahun atau 2019.
"Saat ini, pangsa pasar Sucofindo baru 23 persen, sedangkan Surveyor Indonesia 9 persen. (Tahun) 2019, idealnya Sucofindo (pangsa pasarnya) 35 persen dan Surveyor Indonesia 15 persen," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Gatot Trihargo di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/9).
Untuk mencapai target tersebut, kata dia, PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia dapat bekerja sama dengan perusahaan asing, seperti Societe Generale de Surveillance (SGS) yang dulu merupakan pemegang saham di kedua perusahaan tersebut. Saat ini, SGS telah melepas kepemilikannya di kedua perusahaan itu.
Selain itu, kerjasama bisa dijalin dengan beberapa regulator. Strategi lainnya adalah pengembangan usaha di luar bisnis yang ada saat ini.
"Yang pasti mereka harus mempersiapkan diri agar bisa memenuhi target pangsa pasar tersebut," tegasnya.
Sementara itu, Gatot masih akan membahas lebih lanjut terkait rencana konsolidasi kedua BUMN tersebut. Berbeda dengan dua BUMN survei ini, pangsa pasar PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) yang merupakan BUMN klasifikasi nasional untuk melakukan pengkategorian kapal niaga berbendera Indonesia, sudah mencapai 40 persen sehingga akan semakin bersaing di bidang maritim.
"Untuk pengembangan ke depan, pastinya mereka sudah siap sebab pangsa pasar telah mencapai 40 persen," ujarnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya