BUMN Bakal Jadi Penentu Harga Minyak Goreng di 2026
Merdeka.com - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, perusahaan pelat merah akan jadi pengatur harga minyak goreng pada tahun 2026. Ini sebagai hasil dari ekspansi pabrik dan lahan sawit yang dilakukan PT Perkebunan Nusantara III.
Sebagai langkah ekspansi itu, PTPN memang tengah membentuk subholding PalmCo, di mana nantinya akan berfokus dalam sektor perkebunan kelapa sawit, karet, dan sebagian teh.
"Kita sekarang sudah bikin subholding Palm Co, kan kita mau ekspansi pabrik dan sebagainya. Kita ingin 2026 minyak goreng sudah dipasok BUMN, sehingga harga bisa dipasok BUMN," ujarnya kepada wartawan di Kementerian BUMN, Selasa (23/8).
PTPN hingga saat ini belum benar-benar fokus dalam tata kelola perkebunan kelapa sawit. Palm Co disebut hadir untuk mempercepat ekspansi untuk mencapai tujuan tersebut. "Dengan cara tersebut maka ekspansinya makin cepat, dan Palm Co akan punya pabrik. 2026 minyak goreng akan dikuasai BUMN. dan BUMN juga jadi penentu harga," imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PTPN III Muhammad Abdul Ghani mengungkap rencana pembentukan subholding dibawah PTPN. Di antaranya Palm Co, Sugar Co, dan Supporting Co sebagai pendukung.
Soal ekspansi kepemilikan perkebunan kelapa sawit, Ghani menargetkan mencapai sekitar 700.000 hektar lahan. Sehingga bisa menjadi perusahaan dengan kepemilikan terbesar.
Reporter: Arief Rahman H.
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya