Bulog tegaskan tak impor beras dari Vietnam
Merdeka.com - Polemik mengenai masuknya 19.900 ton beras impor dari Vietnam semakin panjang. Hingga saat ini belum ada kejelasan siapa yang mendatangkan beras tersebut. Bantahan juga diutarakan Perum Bulog.
Sejak tahun lalu, Perum Bulog mengklaim tidak melakukan impor beras. Alasannya, selama ini Perum Bulog hanya sebagai operator penyaluran beras Raskin dan Beras Cadangan Pemerintah untuk korban bencana alam.
"Bulog tidak impor beras dari manapun tahun 2013," ujar Dirut Perum Bulog, Sutarto Alimoeso melalui pesan singkatnya kepada merdeka.com, Selasa (28/1).
Corporate Secretary Perum Bulog Harry Susetyo menambahkan, selama ini pengadaan beras untuk raskin maupun cadangan pemerintah selalu mengutamakan produksi dalam negeri.
"Sebetulnya kita kan penugasannya menjaga stok beras dengan pengadaan dari dalam negeri. Stok ini dijaga sebagai stabilisasi harga. Contohnya, 2013 kita mampu penuhi keinginan pemerintah untuk stok beras sebanyak 2 juta ton," ujar Harry.
Pihak yang mengetahui soal impor beras secara diam-diam tersebut antara lain Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. "Ini kan sebenarnya urusan regulator ya sebenarnya," ucapnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan mencatat telah terjadi importasi beras sebanyak 83 kali sebanyak 19.500 ton di Pelabuhan Tanjung Priok. Pembelian beras impor itu dilakukan oleh 58 importir terdaftar yang menerima Surat Perizinan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan.
Adapun jenis beras yang diimpor tersebut memiliki spesifikasi tingkat kepecahan 5 persen-25 persen. Berdasarkan Permendag No.6/2012, jenis beras semacam itu hanya boleh diimpor oleh Bulog.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya