Bulog Klaim Stok Gula Cukup Sampai Lebaran
Merdeka.com - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengklaim stok gula aman jelang Lebaran. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh menyatakan, perusahaan telah mendapatkan alokasi impor sebanyak 50.000 ton gula.
Dari alokasi tersebut, sebanyak 21.800 ton gula telah masuk ke Indonesia lewat pelabuhan Tanjung Priok dan telah disebar ke seluruh Indonesia sejak 5 Mei lalu. Meskipun sedikit, stok gula sebanyak itu diklaim cukup untuk konsumsi masyarakat hingga lebaran nanti.
"Memang dari kebutuhan kan 250 ribu ton, kita kuota hanya 50 ribu. Sekarang masuk 21.800 sudah masuk lewat Tanjung Priok. Ya, Insya Allah lebaran cukup," tutur Tri dalam diskusi virtual, Senin (18/5).
Tri menjelaskan, gula tersebut diimpor dari India. Saat ini, importasi memang agak terhambat karena India menerapkan lockdown bahkan memperpanjang jangka waktunya.
Oleh karenanya, dirinya berharap agar BUMN lain yang juga ditugaskan mengimpor gula seperti RNI dan PT PPI juga segera mendorong importasi gula agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.
"Mudah-mudahan teman-teman BUMN lain seperti RNI, PT PPI ini segera juga masuk karena mereka juga punya kuota yang sama. Yang jelas untuk lebaran sudah kami pasok 21.800 ton, jadi cukup," jelasnya.
Gelontorkan 22.000 Ton Gula dari India
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerum Bulog segera menggelontorkan gula kristal putih (GKP) atau gula pasir yang biasa dikonsumsi masyarakat sebanyak 22.000 ton pada akhir pekan ini untuk menjamin ketersediaan gula menjelang Lebaran.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, sebanyak 22.000 ton gula kristal putih tersebut baru saja didatangkan dari India dan akan segera disalurkan ke pasar tradisional untuk mengisi kebutuhan gula terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang sudah di depan mata.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengisi kebutuhan gula di pasar rakyat pada bulan Ramadhan dan Lebaran, sehingga tidak ada kekhawatiran di masyarakat," kata Budi Waseso atau akrab disapa Buwas dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (14/5).
Buwas menjelaskan, impor gula tersebut baru sebagian dari izin impor yang diberikan kepada Bulog dari total 50.000 ton. Impor gula ini merupakan penugasan dari hasil rakortas Kemenko Perekonomian untuk menstabilisasi harga gula pasir.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya