Bulog dimudahkan utang bank untuk pasok beras bersubsidi
Merdeka.com - Pemerintah pusat memberi jaminan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) sehingga bisa mendapat pinjaman perbankan tanpa plafon. Dana itu akan digunakan buat menambah pasokan beras bersubsidi, alias beras miskin (raskin).
Kebijakan ini diambil menanggapi permintaan Bulog yang mengaku terbebani kerugian besar tiap kali memasok raskin ke seluruh provinsi yang masuk kategori Public Service Obligation (PSO).
"Sudah diputuskan jaminan keuangan yang diberikan ke Bulog. Agar Bulog lebih bisa leluasa meningkatkan operasinya, terutama berkaitan dengan PSO," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa seusai rapat lintas kementerian di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (22/1).
Ditemui di kesempatan yang sama, Kepala Bulog Sutarto Alimoesso mengklaim selama ini rugi Rp 20 triliun per bulan dalam penyediaan raskin. Dia mengapresiasi keputusan rakor hari ini, sehingga BUMN pangan ini dapat memperbaiki neraca keuangannya.
"Sempat ada wacana untuk Bulog ini agar tidak diberi jaminan, padahal Bulog ini kan menjalankan Instruksi Presiden. Kalau ada jaminan, kita bisa dapat utang berapapun dengan bunga rendah," kata Sutarto.
Pinjaman perbankan ini akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Sutarto mengatakan stok beras Bulog sekarang mencapai 2.050.000 ton. Jika dirupiahkan maka setara Rp 15 triliun. Sedangkan keuangan perusahaan pelat merah tersebut kurang memadai buat menambah pasokan.
"Kalau mau nambah (stok), kita enggak punya apa-apa (dana), padahal di sisi lain harus menyerap. Makanya perlu jaminan," tandasnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya