Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bulog diminta wujudkan swasembada pangan tapi diizinkan impor

Bulog diminta wujudkan swasembada pangan tapi diizinkan impor stok beras Nasional. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Mulai 2 Januari 2015, Lenny Sugihat resmi duduk di kursi orang nomor satu Perum Bulog. Sebagai bos baru di perusahaan pelat merah bidang logistik, Lenny dihadapkan pada tantangan berat. Salah satunya mewujudkan target swasembada pangan yang didengungkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Mewujudkan swasembada pangan tak semudah membalikkan telapak tangan mengingat selama ini tingkat ketergantungan Indonesia pada bahan pangan impor cukup tinggi. Menteri BUMN Rini Soemarno meminta Bulog menyusun program yang mengarah ke swasembada pangan. "Programnya harus ke sana," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (31/12).

Instruksi itu justru kontraproduktif lantaran Menteri Rini justru memberikan restu pada Bulog untuk membuka keran impor dengan alasan agar harga bahan pangan di dalam negeri stabil. "Kita tidak mau kalau harga itu tidak stabil. Bahwa Bulog harus diberikan izin impor," jelas dia.

Rini juga mengingatkan Perum Bulog untuk memberikan harga beli yang wajar untuk produk petani. Alasannya, pembelian produk petani dengan harga wajar akan memberikan pendapatan lebih bagi petani.

"Kalau menanam dengan cost yang wajar harus mendapatkan pendapatan yang wajar pula, kemudian kita tidak mau kalau harga itu tidak stabil," jelas dia.

Dengan tugas Bulog yang semakin berat, Kementerian BUMN mempertimbangkan penambahan dua kursi direksi. "Pada saat sekarang jumlahnya masih sama 5 tapi kita mengusulkan mengingat program ke depan akan lebih besar, dan maksimal itu 7," ungkapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP