Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bulog diminta tingkatkan stok beras hingga 15 persen

Bulog diminta tingkatkan stok beras hingga 15 persen Beras Raskin. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana meningkatkan stok penyimpanan beras dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) hingga 15 persen. Hal ini dilakukan guna meningkatkan ketahanan pangan.

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis BUMN, Wahyu Kuncoro mengatakan Bulog memiliki tugas untuk membeli seluruh hasil pertanian padi atau beras, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 tahun 2015. Sehingga, Bulog memiliki kewajiban menyerap dan menyesuaikan harga tiga pangan pokok, seperti gabah kering panen, gabah kering giling, dan beras.

"Kapasitas Bulog ini penyimpanan hanya 3,9 juta ton jadi kira-kira memegang 6-7 persen dari jumlah beras beredar 43 juta ton. Idealnya pegang 15 persen. Jadi ini yang kemarin dibuat roadmap bagaimana ke depan Bulog bisa memegang stok beras sampai dengan 15 persen dari 43 juta. ini idealnya," kata Wahyu dalam Focus Group Discussion (FGD) Roadmap BUMN 2015-2019 di KM Kelud, Sabtu (21/11).

Dia menambahkan, ada tiga poin yang menjadi fokus perhatian BUMN untuk berkontribusi soal fluktuasi harga yaitu ketersediaan beras, jangkauan dan kualitas beras.

Selain itu, lanjut Wahyu, ada lima inisiatif yang akan dikerjakan Bulog dalam rangka meningkatkan cadangan beras nasional, yakni dengan menggarap pembukaan lahan.

"Merauke Industrial Food Estate semacam itu nanti Bulog akan bertanggung jawab tuh off take. BUMN punya BUMN benih Sang Hyang Sri dan Pertani dan juga inputan untuk argo input PHC nanti dalam farming itu kita akan coba kapasitas cadangan beras nasional yang dilakukan Bulog," jelas Wahyu.

Menurut dia, kerja sama dalam penyerapan hasil panen melalui offtake agreement juga akan dilakukan agar ada kepastian pasokan bagi Bulog. Kementerian BUMN juga akan melakukan pengembangan jalur distribusi pangan dan penguatan fungsi Bulog.

Sehingga, Bulog akan memiliki satu anak perusahaan dalam distribusi yang akan diintegrasikan dengan Sang Hyang Sri dan Pertani.

"Banyak BUMN punya fungsi distribusi ini yang kami akan coba satu per satu, demikian juga bulog ketika menunggu Inpres baru penugasan Bulog di sebelas bahan pokok, di dalamnya ada daging. Daging ini juga akan bekerja sama dengan Berdikari nantinya, terkait dengan kewajiban stabilisasi harga daging," pungkas Wahyu.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP