Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bulog berencana naikkan harga beras untuk rakyat miskin

Bulog berencana naikkan harga beras untuk rakyat miskin Beras Raskin. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Perum Bulog ditunjuk pemerintah menyalurkan beras untuk rakyat miskin (Raskin) sejak 15 tahun yang lalu. Selama ini, Bulog selalu menjual beras kepada rakyat miskin dengan harga di bawah harga pasar.

Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi yang besar untuk program raskin. Kepala Bulog Sutarto Alimoeso mewacanakan menaikkan harga beras miskin sebesar 30 persen. Tujuannya, kata dia, memangkas beban subsidi pemerintah.

"Untuk menghindari itu (subsidi besar) maka naikkan harga. Ini siap-siap saja, siapa tahu ganti pemerintah ganti kebijakan," kata Sutarto dalam lokakarya nasional ISEI 'Evaluasi Program Nasional' di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin (20/1).

Tahun ini, harga raskin masih dipatok sebesar Rp 1.600 per kg. Direncanakan, tahun depan dinaikkan menjadi Rp 2.800, kemudian menjadi Rp 3.000 per kg pada 2016, dan menjadi Rp 3.200 pada 2017-2018.

Dia menyadari kenaikan raskin bisa saja memberatkan masyarakat miskin. Jika warga tidak mampu membeli raskin dengan harga tersebut, Sutarto meminta Pemda untuk membantu.

"Kalau menurut berita di lapangan itu belum mampu. Bahkan ada yang kerja sama dengan pemda. Beberapa pemda menggratiskan, di Pekanbaru menggratiskan, Bandung juga menggratiskan tapi waktu pemerintahan walikota yang bermasalah. Mestinya ada peningkatan kesejahteraan. Idealnya gratis karena itu kluster satu," jelasnya.

Pada 2013, realisasi penyaluran raskin cukup besar. Dalam setahun, pemerintah menyalurkan 15 kali raskin. Kebijakan itu diambil sebagai kompensasi kebijakan kenaikan BBM dan menjelang hari raya keagamaan.

"Tahun lalu raskin tersalurkan sebesar 98 persen. Kita sampai 15 kali menyalurkan, itu akibat dari kenaikan harga BBM dan perayaan hari besar keagamaan," ucap Sutarto.

Dari data Bulog, saat ini terdapat 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang membeli beras miskin dengan harga Rp 1.600 per Kg. Jatah satu RTS 15 Kg setiap bulannya. Bulog berharap jumlah RTS pada 2018 turun menjadi hanya 4,99 juta dengan jatah dinaikkan menjadi 40-45 Kg per bulan.

"Bulog mengusulkan penambahan alokasi per RTS secara bertahap sehingga dapat memenuhi 75 persen hingga 80 persen dari kebutuhan beras RTS," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP