Bulog Banyumas sediakan daging beku selama Ramadan
Merdeka.com - Untuk antisipasi terjadi kenaikan harga daging sapi Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Bulog Subdivre) IV Banyumas akan menjual daging beku impor mulai Senin (13/6).
Kepala Bulog Subdivre IV Banyumas, Susetyo Wastono mengatakan, penjualan daging beku akan dilakukan dalam pasar murah yang digelar di depan kantor Bulog sejak beberapa waktu lalu.
"Mulai awal Ramadan hingga lebaran, kami membuka pasar di depan kantor menjual beras premium, gula pasir, minyak goreng, dan bawang putih. Untuk mulai senin besok (13/6), kami akan menjual daging impor beku dengan harga Rp 83 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram," kata Susetyo di tengah pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyumas di beberapa pasar, Minggu (12/6).
Pada pasar murah yang digelar Bulog Subdivre IV Banyumas, harga beras premium dijual dengan harga Rp 8.700 per kilogram, gula pasir Rp 13 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 11.750 per kilogram dan bawang putih Rp 30 ribu per kilogram.
Selain itu, Pemkab Banyumas melakukan operasi pasar permanen dengan menjual beras Rp 7.500 per kilogram melalui toko tani Indonesia di empat titik, yakni wilayah Karanglewas, Pasar Kejawar Banyumas, Arjawinangun Purwokerto dan Tambak.
Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein yang memimpin pantauan TPID Banyumas di Pasar Wage Purwokerto, Pasar Sokaraja, Pasar Karanglewas dan Pasar Ajibarang, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi harga kebutuhan pokok.
Dari hasil pemantauan secara umum, lanjutnya, beberapa harga kebutuhan pokok dinilai masih stabil. Harga kebutuhan tersebut, meliputi cabai merah Rp 14 ribu per kilogram, cabe hijau Rp 12 ribu, bawang merah Rp 32 ribu hingga Rp 34 ribu, bawang putih Rp 38 ribu, beras premium Rp 8.500 hingga Rp. 9 ribu, ayam pedaging Rp 35 ribu, gula pasir Rp 16 ribu.
Dalam kesempatan itu, Husein mengimbau kepada pedagang agar tidak menaikan harga. Ia meminta, jika ingin menaikan harga agar memberitahukan kepadanya melalui nomor ponselnya.
"Bapak-ibu tolong jangan menaikan harga, karena kasihan pembelinya. Kalau mau menaikan harga, tolong beritahu saya dan catat nomor HP saya. Nanti akan segera dilaksanakan oprasi pasar, " ucapnya.
Selain itu, Husein mengaku optimis pihaknya akan bisa mengantisipasi kenaikan harga daging sapi melalui operasi pasar dengan menjual daging impor beku.
"Daging sudah siap. Kalau terus naik, kita akan lakukan operasi pasar dengan menjual daging impor beku seharga Rp 83 ribu hingga Rp 85 ribu," tambahnya.
Sementara itu, seorang pedagang daging sapi di Pasar Sokaraja, Sri Astuti meyakini harga daging sapi segar akan terus naik pada seminggu jelang lebaran.
"Saya berkeyakinan, tidak mungkin harga daging sapi bisa turun hingga Rp 80 ribu per kilogram. Karena banyak pembeli yang tidak suka mengonsumsi daging beku impor," ujarnya saat ditemui di Pasar Sokaraja.
Ia mengatakan, banyak pembeli yang meminta daging segar baru potong. "Saat ini saja harga daging sapi potong yang masih segar di kisaran Rp 115 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram. Harga itu disesuaikan dari pemotongan dekat sini," ucapnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya