Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bulog akui masalah HPP jadi penyebab tak serap beras petani

Bulog akui masalah HPP jadi penyebab tak serap beras petani Beras Raskin. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) meminta pemerintah untuk menerapkan kebijakan fleksibilitas pada Harga Pokok Pembelian (HPP) beras dan gabah. Hal ini menjadi penyebab Bulog tak menyerap beras petani.

Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti mengaku HPP jadi masalah utama. Alasannya, selama ini penyerapan beras dan gabah terbentuk dari pemasukan dan permintaan.

Menurut dia, harga beras dipengaruhi oleh panen. Saat panen raya dan pasokannya melimpah bisa membuat harga beras turun. Sebaliknya, ketika tidak ada panen raya, pasokan beras akan turun dan harganya akan naik.

"Itu(HPP) jadi konsen yang tidak ringan, istilahnya kita disuruh ke lapangan pakai satu kaki. Intinya kita ingin minta fleksibilitas harga karena harga terbentuk oleh suplai dan permintaan kan sama, yang beda adalah distribusi. Memasuki musim gadu, suplai berkurang, demand sama, harga akan naik," kata dia kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (21/1).

Sementara itu, Direktur Pengadaan Wahyu Suparyono meminta Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi Presiden untuk mengatasi masalah tersebut.

"Usulan fleksibilitas harga diserahkan pada pemerintah. Diatas HPP 10 persen itu jadi kewenangan Bulog yang dibeli jadi beras medium (PSO), kami minta itu ditetapkan dalam inpres," pungkas Wahyu.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP