Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bukti Optimisme Indonesia Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Bukti Optimisme Indonesia Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi 2023 krisis ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Bayang-bayang ancaman resesi global masih mengintai. Namun, di tengah ketidakpastian perekonomian dunia, masih ada secercah optimisme bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat, terutama jika dilihat dari capaian triwulan IV-2022. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi sebesar 5,01 persen (yoy) di tengah tren pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan Indonesia secara keseluruhan pada tahun 2022 tercatat 5,31 persen (yoy), jauh meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar 3,70 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 diperkirakan tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3 persen, didorong oleh peningkatan permintaan domestik untuk konsumsi rumah tangga dan investasi.

"Mengacu pada data statistik tersebut, maka tercermin masih kuatnya optimisme masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman resesi. Terlebih lagi dengan dukungan pemerintah melalui upaya-upaya yang telah dilakukan guna terus menggerakkan perekonomian dalam negeri," ujar Brand Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi dikutip di Jakarta, Sabtu (4/3).

Tingginya optimisme masyarakat Indonesia juga terlihat dari antusiasme para peserta Kelas Pintar Bersama yang berlangsung di Umah Bone, Jalan Way Ngison, Kota Bandar Lampung. Optimisme ini salah satunya dilihat dari fashion designer asal Lampung, Dendy Mashuri yang berhasil mengembangkan lini busananya dengan merk 'Glamazone' di tengah ketidakpastian ekonomi.

Semangat Dendy mengembangkan budaya lokal Lampung tertuang dalam ciri khas desain Glamazone yang terinspirasi dari motif kain Tapis Lampung, kain tradisional khas masyarakat Lampung. Berawal dari keinginannya untuk berkarya dan berkreasi dengan mengangkat motif daerah ke dalam produk fesyen.

Walaupun permintaan pasar terus bertambah, tak dipungkiri Dendy menghadapi persoalan dalam hal kendala modal. Karena keterbatasan modal tersebut sehingga dia tidak dapat maksimal dalam memproduksi stok barang. Produk hanya dibuat berdasarkan pesanan saja.

Bicara soal kesulitan dalam hal permodalan juga menjadi perhatian platform pinjaman digital Kredit Pintar.

Sejauh ini, Kredit Pintar telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp31,9 triliun, di mana sekitar separuh nasabahnya meminjam uang untuk keperluan modal usaha kecil atau pendidikan.Total peminjam sejak berdiri tahun 2017 berjumlah 11,8 juta nasabah.

"Melalui Kelas Pintar Bersama, Kredit Pintar ingin merangkul seluas-luasnya dan mengedukasi komunitas guna meningkatkan literasi keuangan serta pemberdayaan wirausaha. Dalam Kelas Pintar Bersama, Kredit Pintar juga mengajak para narasumber untuk berpartisipasi, berbagi kiat, menumbuhkan semangat berwirausaha serta edukasi pengelolaan keuangan dan produktivitas usaha," ucap Direktur Kredit Pintar, Wisely Wijaya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP