Bukan Vaksinasi, Geliat Ekonomi Imbas Pelonggaran Mobilitas Masyarakat
Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), Ferry Juliantono menilai, vaksinasi massal pedagang pasar bukan faktor utama penggerak perekonomian di Indonesia. Sebab, yang menjadi indikator utama yakni kebijakan pembatasan mobilitas manusia.
"Pasar sudah mulai ramai bukan karena pedagangnya sudah divaksin tapi geliat sekarang ini karena tidak ada pembatasan," kata Ferry dalam Dialog Rabu Utama: Geliat Transaksi Setelah Vaksinasi, Jakarta, Rabu (21/4).
Apalagi vaksinasi bagi pedagang pasar baru dilakukan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sedangkan pasar di Jakarta jumlahnya ratusan.
Kata Ferry, kontribusi dari dampak vaksin terhadap pertumbuhan ekonomi masih sedikit. "Saya khawatir ini kesimpulannya malah geliat ekonomi karena vaksinasi, padahal bukan itu," sambungnya.
Pedagang Pasar Bukan Prioritas Vaksinasi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comApalagi, pedagang pasar belum jadi prioritas utama penerima vaksin Covid-19. Pedagang pasar baru mendapatkan vaksinasi setelah dilakukan imunisasi kepada tim medis, TNI-Polri dan orang lanjut usia.
"Lansia sudah, anak muda sudah, tapi perdagangan pasar ini belakangan," ungkap Ferry.
Sebaliknya, yang dibutuhkan pedagang pasar yakni implementasi berbagai kebijakan yang telah dibuat pemerintah. Berbagai kemudahan yang terangkum dalam kebijakan perlu direalisasikan agar tidak menjadi sebatas wacana belaka.
"Yang harus dilakukan pemerintah sekarang buat kebutuhan ekonomi ini dorong implementasi kebijakan supaya ke depannya bukan sekedar wacana," kata dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya