Bukan utang, ini sektor yang terdampak hebat penguatan Dolar versi Menkeu Sri Mulyani
Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengemukakan imbas dari penguatan Dolar AS kepada Rupiah bukan pada besaran utangnya. Akan tetapi, penguatan Dolar ini berpengaruh pada Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit) Indonesia.
"Apa yang membedakan setiap negara adalah kerentanan terhadap faktor eksternal. Indonesia bukan pada utangnya, namun pada defisit transaksi berjalan," kata Menteri Sri Mulyani seperti dikutip dari laman Setkab di sela kegiatan World Economic Forum (WEF) untuk ASEAN di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9).
Menkeu mengingatkan, undang-undang di Indonesia mengatur bahwa Defisit Transaksi Berjalan tidak boleh melewati angka 3 persen dari Product Domestic Bruto (PDB). "Angka tersebut masih dalam kendali," tegasnya.
Menurut menkeu, ketika Amerika Serikat memberi sentimen terhadap negara berkembang di belahan dunia lain, hal itu menciptakan dinamika. Melihat tantangan tersebut, pemerintah menurunkan defisit fiskal dan transaksi berjalan dengan membatasi impor secara selektif untuk menjaga momentum.
Selain itu, pemerintah juga tengah berupaya meredam gejolak dinamika ekonomi global dengan membuat kebijakan yang memperhatikan faktor psikologis atau sentimen pasar disertai dengan aktif mengomunikasikan kebijakan kepada para pemangku kepentingan.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya